Gempa M 7,3 Guncang Laut Maluku, Warga Diminta Waspadai Potensi Tsunami

Kamis 02-04-2026,14:31 WIB
Reporter : Nungki Kartika Sari
Editor : Khomsurijal W

BANDUNG, DISWAY.ID– Wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik kuat bermagnitudo M 7,3 pada Rabu (2/4/2026) pagi.

Selain menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa, fenomena alam ini sempat memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah titik pesisir yang mengharuskan peningkatan kewaspadaan tingkat tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat berada di perairan Laut Maluku pada kedalaman dangkal 18 kilometer.

BACA JUGA:Bareskrim Bongkar Jaringan Judol Internasional, Raup Rp3 Miliar dalam 3 Tahun

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengonfirmasi bahwa guncangan dirasakan sangat kuat di Manado, Ternate, hingga Gorontalo.

"Guncangan terekam signifikan di beberapa pos pengamatan gunung api, seperti di Tangkoko dan Mahawu pada skala IV-V MMI, yang artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk dan menyebabkan gerabah pecah," ujar Lana dalam keterangannya di Bandung, Rabu siang.

Gempa dangkal di zona subduksi ini terbukti memicu deformasi dasar laut. Berdasarkan pemodelan dan pengamatan lapangan, tsunami terdeteksi di beberapa lokasi dengan ketinggian bervariasi.

Wilayah Minahasa Utara mencatat kenaikan muka air laut tertinggi mencapai 75 cm, disusul Belang setinggi 68 cm, dan Sidangoli 35 cm.

"Meskipun skala tsunami yang tercatat relatif kecil, dampaknya tetap nyata. Hingga laporan ini diturunkan, kami telah menerima laporan adanya kerusakan bangunan, korban luka-luka, hingga korban meninggal dunia," terang Lana.

BACA JUGA:Kemensos dan BPS Percepat Siklus Pembaruan Data Setiap Tanggal 10

Tim tanggap darurat saat ini masih melakukan pendataan intensif di lokasi terdampak.

Stabilitas tektonik di Laut Maluku terpantau belum sepenuhnya pulih. Dalam kurun waktu kurang dari satu jam pascagempa utama, dua gempa susulan dengan kekuatan cukup besar kembali mengguncang wilayah tersebut.

1. Pukul 06.07 WIB: Magnitudo M 5,5 (Kedalaman 10 km).

2. Pukul 06.12 WIB: Magnitudo M 5,2 (Kedalaman 27 km).

Lana memperingatkan bahwa jumlah gempa susulan masih berpotensi bertambah. Dinamika ini menunjukkan proses pelepasan energi di lempeng tektonik masih berlangsung.

Kategori :