BACA JUGA:Cara Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM BRI tanpa Kartu, Gampang dan Anti Gagal!
BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Evakuasi Warga Terdampak Gempa di Sulut dan Malut Dipercepat
“Kami masih menelusuri rekaman CCTV tersebut,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro kepada awak media, Kamis, 2 April 2026.
Kusumo menjelaskan, besarnya ledakan serta material yang terbakar menyebabkan gas menyebar luas mengikuti arah angin. Hal ini membuat dampak ledakan tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kejadian.
Untuk itu, Polres Bekasi Kota melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan intensif di area SPBE untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
“Tim Puslabfor sudah melakukan pendalaman dan penyebabnya seperti apa masih dalam penyelidikan,” kata Kusumo.
BACA JUGA:Boom! Ledakan SPBE Bikin Langit Bekasi Merah: Api Sulit Dipadamkan
Kusumo juga menyoroti lokasi SPBE yang berada sangat dekat dengan permukiman warga. Menurut dia, hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama instansi terkait.
“Ini memang terlalu dekat dengan permukiman masyarakat. Nanti akan dikomunikasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, tangki gas berkapasitas besar dilaporkan tidak ikut terbakar karena sistem pengamanan berfungsi dengan baik.
“Yang 50.000 ton itu tidak ikut terbakar karena hidran air dan pemutus arus berjalan dengan baik. Yang terbakar adalah angkutan sekitar 15.000 ton,” jelas Kusumo.
Meski demikian, kebakaran tetap menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, kios pedagang, serta kendaraan di sekitar lokasi.
"Kerugian masih didata. Tetapi kalau kita lihat ada rumah, kios-kios pedagang, serta kendaraan roda dua dan roda empat yang terdampak,” katanya.