JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah melepaskan 200 pekerja migran Indonesia (PMI) pada Jumat, 3 April 2026 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong tenaga kerja Indonesia berdaya saing global melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang.
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukurnya setelah melepas 200 PMI tersebut.
BACA JUGA:Dengan Energi Transisi, Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten
BACA JUGA:200 PMI Berangkat ke Jepang, Kerja di Bidang Manufaktur hingga Industri
"Tentu ini menjadi kebahagiaan Anda dan saya serta kita semua, saatnya berangkat untuk mendapatkan berbagai keberkahan," ujarnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat 3 April 2026.
Tak hanya itu, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga mengutip kata-kata Nabi soal keberangkatan.
Katanya, jika berangkat dan pergi itu mendapat tiga kenikmatan.
"Yang pertama, akan mendapat rezeki teman baru, syukur-syukur jodoh baru. Yang kedua, akan dapat rezeki karena keberangkatannya ke berbagai tempat," ungkapnya.
"Dan yang ketiga, akan mendapatkan doa dan rindu dari seluruh yang ditinggalkan," sambung Cak Imin.
Cak Imin bilang, keberkahan itulah yang akan menyertai mereka. Namun kuncinya adalah profesionalitas, integritas, komitmen dan tetap menjaga nama baik Indonesia.
BACA JUGA:Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba Besok, Disemayamkan di Halim
BACA JUGA:Kritik Tajam Cak Imin Terkait Kasus Amsal: Kreativitas Dihargai Nol, Ancaman Serius Ekonomi Kreatif
Lewat Cak Imin, Presiden juga menyetujui program tersebut. Bahkan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana termasuk anggaran, yaitu program SMK Go Global.
"Tujuannya adalah peluang yang sangat bagus bekerja di luar negeri, dan suasana kebutuhan negara-negara maju akan tenaga kerja yang produktif. Dan kita hari ini mendapatkan keberkahan banyak tenaga produktif yang luar biasa," tukasnya.