1 dari 7 Anak Indonesia Terpapar Timbal, Arsitek Ingatkan Pilih Material Bangunan yang Aman

Kamis 09-04-2026,18:34 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

“Pemilihan material bangunan yang sesuai standar dan aman mencerminkan tanggung jawab profesional sekaligus kepatuhan terhadap standar dan regulasi,” tegasnya.

BACA JUGA:Kebakaran Hunian Pekerja IKN Jadi Alarm Bahaya, Arsitek Minta Audit Keselamatan Menyeluruh

Bahaya Timbal bagi Kesehatan

Laporan Surveilans Nasional menemukan bahwa 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas 5 µg/dL, berdasarkan pemantauan di enam provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Cat yang mengelupas merupakan salah satu faktor risiko paparan timbal di tingkat rumah tangga.

“Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” ujar Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc., Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia.

BACA JUGA:Transformasi Kampus Dimulai dari Peran Humas, BINUS Libatkan Praktisi Industri

Timbal (lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Timbal dikenal sebagai salah satu logam berat yang penggunaannya cukup luas di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan terhadap korosi,” ujar Prof. Yuni.

Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf.

Paparan timbal, bahkan dalam kadar rendah, dapat merusak berbagai sistem organ tubuh .

Tags :
Kategori :

Terkait