Gus Ipul Dorong Kolaborasi Umat dan Negara untuk Pendidikan Anak Miskin

Jumat 10-04-2026,07:50 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

SEMARANG– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pendidikan sebagai kunci utama memutus rantai kemiskinan.

Dia pun mendorong gerakan infak pendidikan sebagai solusi konkret bagi keluarga kurang mampu agar dapat keluar dari jurang kemiskinan, sebagaimana spirit utama program Sekolah Rakyat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah kerjasama antara LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah, LAZISNU PWNU Jawa Tengah, dan Bank Jateng Syariah di MG Setos Hotel, Semarang, Kamis (9/4/2026).

“Pendidikan adalah jalan memutus materi kemiskinan. Gerakan infak pendidikan LP- Ma’arif adalah langkah yang nyata. Infak pendidikan tentu pada akhirnya adalah membangun kemandirian,” katanya.

Menurut Gus Ipul, program infak pendidikan berbasis gotong royong masyarakat sangat dibutuhkan karena 65 persen keluarga tidak mampu berpotensi melahirkan generasi berikutnya dalam kondisi serupa.

“Ini PR kita pertama yang harus kita atasi salah satunya lewat penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan, pemberian beasiswa pendidikan harus disertai pendampingan dan evaluasi agar siswa dapat menjadi agen perubahan, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja.

“Mereka lulus bisa ke perguruan tinggi, kita carikan beasiswa. Kalau dia mau jadi pekerja terampil, kita carikan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Gus Ipul.

Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah, meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, hingga mendorong bantuan pendidikan yang menyeluruh dan terintegrasi.

Upaya tersebut, kata Gus Ipul, sejalan dengan program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera dan memutus mata rantai kemiskinan.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang akuntabel dalam pengelolaan dana pendidikan untuk mendapatkan kepercayaan publik.

“Kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh jika diolah secara transparan, akutabel, dan tepat sasaran. Dari situ akan lahir loyalitas, rasa memiliki, dan kekuatan bersama untuk menjaga masa depan NU,” katanya.

Sebagai penutup, Gus Ipul menyambut positif kolaborasi LAZISNU Jawa Tengah bersama Bank Jateng dalam menghadirkan layanan penghimpunan dana pendidikan.

Upaya ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Gus Ipul menyebut bahwa kontribusi sekecil apa pun dapat melahirkan perubahan besar.

Kategori :