Menurutnya, pernyataan JK yang tersebut di kanal media sosial telah menimbulkan kegaduhan hingga permusuhan.
"Komentar-komentar di media sosial sudah saling mencaci, menghina dan menyangkut SARA," katanya.
JK Dituntut Minta Maaf
Stefanus berharap JK segera merespons laporan tersebut. Ia juga menuntut JK untuk meminta maaf secara terbuka.
"Harapan kami, sebagai tokoh bangsa, Pak JK segera merespons ini dengan baik, paling tidak memberikan pernyataan terbuka, meminta maaf, dan kemudian mengklarifikasi semuanya," jelas Stefanus.
BACA JUGA:Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
Sebelumnya, potongan video pernyataan Jusuf Kalla menyinggung konflik bernuansa agama seperti di Poso dan Ambon itu viral di media sosial.
la menyatakan, konflik kerap terjadi karena masing-masing pihak meyakini tindakan membunuh atau terbunuh dalam konflik sebagai bentuk syahid, sehingga menyulitkan proses perdamaian.
Adapun pernyataan Jusuf Kalla yang bernada provokatif dan ngawur tersebut adalah:
"Ada juga karena Agama, walaupun didahului dengar ketidakadilan, kemudian akibatnya ke Agama kayak Poso Ambon DI-TII. Kenapa Agama gampang menjadikan alasan konflik kayak di Poso Ambon, karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan itu Syahid, semua pihak, Kristen juga berpikir begitu, kalau saya bunuh orang Islam saya Syahid, kalau saya matipun syahid, akhirnya susah berhenti kalau konfliknya orang membawanya ke Agama".