Sanggul ukel tekuk berasal dari Yogyakarta yang biasanya digunakan di lingkungan Keraton Ngayogyadiningrat.
Mereka yang mengenakan sanggul ini merupaka permaisuri, selir, putri raja hingga inang pengasuh.
Masyarakat Yogyakarta zaman dahulu percaya menandai perempuan yang mengenakan sanggul ini telah lepas dari mana anak-anak dan mulai beranjak dewasa.
3. Sanggul Ukel Konde - Jawa Tengah
Selanjutnya ada sanggul ukel konde yang termasuk jenis sanggul populer untuk berbagai acara. Gaya rambut ini berasal dari putri Solo yang memiliki ciri khas berbentuk bulat.
Di daerah tersebut baik remaja putri maupun wanita dewasa umumnya memiliki rambut panjang.
Sehingga untuk memudahkan dalam beraktitas, rambut perlu digelung sedemikian rupa sehingga membentuk gulungan konde.
4. Sanggul Ciwidey - Jawa Barat
Kemudian ada sanggul ciwidey yang kerap digunakan perempuan sunda, sanggul ini tepat berada di tengah kepala bagian belakang dengan sasak bulat.
BACA JUGA:Kapan Hari Kartini 2026? Catat Tanggal, Sejarah, dan Cara Memperingatinya
Pada masa kejayaan kerajaan Sumedang, bentuk sanggul ini dinamakan sanggul Pasundan/ sanggul kesundaan/ sanggul kebesaran yang dipakai oleh kaum bangsawan sampai rakyat biasa.
5. Sanggul Timpus - Sumatera Utara
Dalam bahasa Batak, sanggul timpus artinya adalah membungkus. Gaya rambut ini tak hanya sekadar merapihkan setiap helai.
Namun juga bisa menyimpan benda yang dipercaya masyarakat seperti daun sirih. Dan ini dapat difungsikan sebagai hiasan.