Kata Dubes Iran Soal 2 Kapal Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz

Senin 13-04-2026,15:19 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Hampir 2 bulan sejak konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz di tengah situasi konflik kawasan.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, akhirnya angkat suara.

BACA JUGA:Dubes Iran untuk RI Jelaskan Alasan Pilih Pakistan Jadi Juru Damai dengan AS

BACA JUGA:Jusuf Kalla Dilaporkan Buntut Ceramah Soal Mati Syahid di UGM

Boroujerdi menjelaskan kabar terbaru soal dinamika Selat Hormuz yang memanas pasca meningkatnya eskalasi global.

Ia mengatakan, bahwa Selat Hormuz saat ini belum sepenuhnya normal karena masih berada dalam kondisi sensitif masa perang. Sehingga tiap kapal yang lewat akan mengikuti prosedur ketat dari otoritas Iran.

"Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan," kata Boroujerdi di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026 kemarin.

Boroujerdi menjelaskan, kapal-kapal termasuk tanker dan cargo yang melintas wajib melalui proses koordinasi dan negosiasi dengan pihak penjaga keamanan Iran. Protokol itu diterapkan untuk memastikan keamanan di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.

BACA JUGA:Perundingan 'Islamabad Talks' Alot: AS dan Iran Sepakat Damai atau Lanjut Perang?

"Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran," ujarnya.

Sebagai informasi, dua kapal tanker Pertamina International Shipping tertahan selama sebulan saat eskalasi konflik meningkat.

"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata Yvonne, Sabtu, 28 Maret 2026.

BACA JUGA:2 Kapal Tanker Indonesia Diberi Lampu Hijau Lewati Selat Hormuz, Masih Parkir di Teluk Persia

Atas respons positif itu, Kemlu menyebut Pertamina perlu menyiapkan beberapa hal teknis demi keselamatan para kru kapal. Dengan demikian, ketika Iran memberikan izin melintas, semua bisa berjalan dengan aman. 

"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut," ucapnya.

Kategori :