"Papa saya masih aktif mengajar," ujar Ina Silas. Saya minta maaf kepada Ina: Prof Johan Silas, penerima Agha Khan Award dari Surabaya, telah saya kategorikan almarhum. Yakni di Disway dua hari lalu saat saya menulis soal hotel di Islamabad yang dipakai perundingan damai antara Amerika-Iran itu (Disway 12 April 2026: Hotel Syiah).
"Papa juga masih jadi komisaris di PT Yekape," ujar Ina, anak keempat Pror Johan Silas. Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan YKP di Surabaya. Zaman itu belum marak usaha real estate. YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri.
Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO.
Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil: 6 x 12 meter. Itu pun pilih yang paling murah karena tidak ada orang yang mau membeli rumah tusuk sate.
Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar –kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual. Lalu saya jadikan satu.
Tentu saya kenal baik dengan Prof Johan Silas. Ia sumber berita para wartawan Surabaya. Di samping itu Prof Johan Silas kelahiran Samarinda –sekampung dengan istri saya. Waktu saya di Samarinda Johan Silas sudah di Surabaya. Ia pindah ke Surabaya saat masih kecil: 12 tahun. Ikut Omanya.
Sang Oma yang membiayai Johan sekolah. Termasuk ketika di SMA St Louis. Lalu masuk ITB –jurusan arsitektur yang saat itu masih menjadi bagian dari fakultas teknik sipil.
Ayah Johan sendiri sebenarnya bermarga Liem. Sedang Omanya bermarga Sie. Kelak, di usia dewasanya Johan menggunakan marga Omanya. Jadilah Silas.
Bulan depan Prof Johan Silas genap 90 tahun. Sampai tahun lalu ia masih setir mobil sendiri, tapi tahun ini tidak lagi. "Dokter melarang papa setir mobil," ujar Ina. "Kalau waktunya mengajar papa dijemput mobil Universitas Darma Cendika," tambah Ina. Itu adalah universitas Katolik di Surabaya Timur.
--
Sebenarnya saya ingin ke rumahnya. Tapi saya sedang di kota lain. Padahal perbaikan tulisan harus segera dilakukan. "Kalau lewat telepon mungkin sulit. Pendengaran papa sudah menurun," ujar Ina.
Tentu saya masih ingat mengapa Prof Johan Silas mendapat Agha Khan Award: ia pencetus KIP –Kampung Improvement Program. Terkenal di Surabaya pada zamannya. Sampai mendapat bantuan Bank Dunia. Selama lebih 10 tahun. Itu mirip dengan proyek M.H.Thamrin di zaman Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Dua rumah susun pertama di Surabaya adalah karyanya. Yakni rumah susun yang mengakomodasikan sistem kehidupan orang kampung. Koridor antar petak rumah dibuat lebar: 3 meter. Itu mirip kehidupan di gang kampung asal di situ. Kalau malam penghuni rumah susun duduk-duduk cangkruan di koridor yang lebar itu. Rumah mereka hanya 3 x 6 meter tapi koridor depan rumah itu lapang.
Lalu di setiap lantainya disediakan kamar mandi dan toilet bersama.
Kini gaya rumah susun seperti itu tidak ada lagi. Tidak diteruskan. "Rumah susun sekarang menggunakan standar Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Dr Ir Nita yang sejak dulu tergabung di tim Kampung Kita yang didirikan Prof Johan Silas.
Saya sendiri heran: mengapa mengira Prof Johan Silas sudah almarhum. Berarti begitu lama kami tidak bertemu. Mungkin juga karena Kresnayana Yahya sudah meninggal. Keduanya tokoh ITS yang jadi media darling: yang satu di bidang urban planning, satunya bidang statistik.
Di ITS sendiri Prof Johan Silas dikenal sebagai salah satu pendiri jurusan arsitektur.
Menganggap Prof Johan sudah almarhum jelas itu bukan ''balas dendam'': sudah tiga kali saya dikabarkan meninggal. Dan saya tidak peduli.
Prof Johan Silas pun sama: masih segar bugar. Sejak dulu badannya langsing. Ceking. Tinggi. Berkaca mata. Dahinya lebar. Lima anaknya semua alumnus Eropa –empat di Prancis, satu alumnus Jerman. Kini dua anaknya tinggal di Prancis.
Ada saja jalan untuk kembali menjalin tali silaturahmi. Dalam hal saya dengan Prof Johan Silas jalannya lewat Islamabad. Lewat depan hotelnya Agha Khan.
Perundingan damai di hotel itu sendiri, menurut Wapres Amerika JD Vance tidak gagal total. Hanya gagal. Ada juga sisi berhasilnya. Keinginan Presiden Donald Trump, katanya, sudah tercapai: Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir lagi.
Keberhasilan versi Amerika itu sebaiknya kita akui: agar Trump senang. Lalu tidak main serang lagi.
Seharusnya Presiden Barack Obama yang mengalah: segera memuji Trump yang beranggapan sudah berhasil memenangkan perangnya dengan Iran. Agar Trump segera senang –dipuji oleh lawan utama politiknya.
Tentu kalau ukuran berhasil hanyalah "Iran sudah tidak akan mengembangkan senjata nuklir" itu sudah tercapai di zaman Presiden Obama. Iran sudah tanda tangan. Justru Trump yang membatalkan perjanjian itu.
Sayang Obama bukan orang Tionghoa yang punya prinsip ''berilah muka kepada orang yang senang cari muka''.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 13 April 2026: Jalan Baru
Juve Zhang
@pakTani......@BosDisway Pak DI .....terus terang saya kaget hari ini saya kena kecanggihan AI....komentar yang ditulis setelah di posting diubah oleh AI .... syukur kalau gak menghujat Presiden....lah kalau diubah nya menghujat Presiden alamat Amsiong bagi JZ ....mohon Bis bos CHDI mengamankan portal berita CHDI dari gangguan Setan Gundul AI....entah siapa yang menyerang portal Disway ini....yg kena komentar JZ saja....mereka jengkel karena saya dukung Iran T dan R....mohon perhatian serius bos CHDI ini sudah gila tuh setan gundul AI....merusak komentar JZ se enak nya ..... Terimakasih pak Bos.
andi setiawan
Sengkuni alias Haryo Suman adalah jenius yang terdzolimi..kedengkian yang terakumulasi semenjakusia muda kepada keturunan dinasti Kuru akhirnya tersalurkan untuk menuntut balas dengan kelicikan dan keculasan lewat metode cuci otak ke para Kurawa agar menumbuhkan kebencian kepada Pandawa..semua hasutan dikemas dari jalur pendidikan terselubung semenjak kecil..jadipelajaran yg bisa diambil..kalau mau membentuk karakter seseorang di masa dewasa..istiqomahlewat jalur pendidikan telah dicontohkan sengkuni dengan sangat luar biasa..terlepas nantinyamereka terjerumus akibat pola asuh yang salah arah..dan kabar baiknya semangat sengkuni sedikit banyak, sadar ataupun tidak, ada di hati kita semua..wkwk dong po ra?
Wilwa
Bangsa Iran (RN) atau Arian (RN) adalah bangsa yang mengenalkan konsep monotheis. Tuhan mereka disebut Ahura (Mazda). Simbolnya api. Pembawa Cahya / Sinar Terang. Uniknya adalah Ahura itu konon dari plesetan Asura. Itulah Dewa utama orang Assur/ Assiria. Karena itu bangsa Persia diduga juga dari Mesopotamia seperti halnya bangsa Eropa atau India kasta Brahmana. Secara bahasa, bahasa Persia banyak miripnya dengan bahasa Sansekerta juga dengan bahasa-bahasa Eropa. Termasuk rumpun bahasa Indo-Eropa. Asura/Ahura misalnya juga dikenal dalam bahasa Sansekerta tapi artinya adalah semacam dewa tapi dewa yang jahat. Entah mengapa bangsa India dan Persia seperti musuh satu sama lain sejak dulu. Bangsa Persia (eksonim) atau Iran (endonim) bagaimanapun juga adalah yang menyempurnakan aksara Arab yang dulunya konsonansemua dengan menambah titik dan tanda baca vokal sehingga menjadi tulisan Arab modern. Quran itu hasil karya orang Iran. Gak percaya? Lihat youtube Gita Wiryawan dengan Kyai Said Aqil Siroj. Bahkan pengarang hadist seperti Muslim dan Bukhari pun orang Iran. Ibnu Sina dsn Ibnu Rushdi, para scientist hebat Islam pun orang Iran. Itu kata Kyai Said Aqil Siroj yang paham Islam dan bahasa Arab serta kitab kuning (kitab dengan aksara Arab yang konsonan semua) secara mendalam. Bahkan arsitektur Mesjid dengan kubah setengah bola dan menara yang pucuknya seperti bentuk api menyala itu pun adalah arsitektur rumah ibadah Zoroaster.
pak tani
Kalau Nasdem sedang sibuk mencari jalan baru. Di Bojonegoro sedang viral, muncul jenius baru. Daffa, murid SD biasa. bukan murid SD Internasional. Tapi kecerdasannya sungguh mengudangdecak kagum masyarakat. Bisa di cek di Youtube. Penjelasannya tentang sains & teknologi sungguh bukan level anak SD. Apakah sudah masuk radar Pak Bos? Daffa bisa dipastikan memiliki IQ 3digit. Dengan bimbingan yang tepat, Daffa bisa menjadi ilmuwan hebat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SENGKUNI: TIDAK PERNAH IKUT PERANG, TAPI SELALU "MENANG".. Dalam pewayangan, Sengkuni bukan petarung. Ia tidak gagah seperti Bima. Tidak sakti seperti Arjuna. Tapi ia selalu menang arah. Ia ahli bisik-bisik. Ahli adu domba. Tangannya bersih. Tapi kepalanya penuh skenario. Sengkuni hidup dari konflik. Tanpa perang, ia tidak relevan. Maka perang harus ada. Tapi ia tidak boleh ikut terbakar. Ia cukup meniup. Dari jauh. Dalam konflik Amerika–Iran, Sengkuni tidak berwujud satu orang. Ia bisa industri senjata. Ia bisa politisi domestik. Ia bisa analis yang menjual ketakutan. Mereka tidak menembak. Tapi memastikan orang lain terus menembak. Keuntungannya jelas. Anggaran naik. Proyek jalan. Popularitas terdongkrak. Bahkan kekalahan pun bisa dijual sebagai narasi. Cara mainnya halus. Informasi dipelintir. Ancaman dibesar-besarkan. Perdamaian dibuat tampak lemah. Seolah perang adalah satu-satunya pilihan terhormat. Maka ketika dua pihak berhenti di detik 00.01, yang paling kecewa justru Sengkuni. Karena sunyi tidak menghasilkan apa-apa. Perang berhenti, panggungnya hilang. Dan itu kerugian terbesar bagi para pemain bayangan.
pak tani
Om JZ sedang akting atau memang kena hack ? Atau lupa, tidak sengaja memasang OpenClaw, agent AI yang sedang happening :) Apa dikerjain hacker IsAm? wkwkwk Kelihatannya sih, panik beneran om JZ. Dunia AI memang sedang gila-gila nya. Anda sudah tahu. Matthew Gallagher menjadi orang pertama yang sukses membangun bisnis puluhan Triliyun, dengan 2 karyawan! Dia dan adiknya. Ramalan Sam Altman terbukti, dan terjadi lebih cepat. AI bisa menggantikan karyawan dalam waktu dekat, Matthew Gallagher memasang banyak agentAI. Atau lebih mudah nya 'karyawan AI' untuk mendukung bisnisnya. Medvi. Sukses besar. Cuan koper2. Mengalahkan kompetitor sejenisnya, jauh. 'Karyawan AI' itu terus bekerja. bahkan melakukan P D A C secara otomatis. Untuk keuntungan perusahaan. Kalau ada yang berkata AI itu masa depan. Anda salah besar. AI itu sudah diaplikasikan sekarang. Yang tidak beradaptasi akan ketinggalan. Pemerintah Singapura bahkan memberi subsidi dan pelatihan khusus untuk warganya mengenai AI ini. Matthew Gallagher menjadi orang pertama yang sukses dengan 'karyawan AI' nya. Om JZ menjadi perusuh pertama yang sukses memasang AI untuk komentar :)
Runner
Dua tentara sedang lari pagi Tentara A: “perang itu yang penting strategi”. Tentara B: “iya…. Tapi yang lebih penting stamina, …. kita baru lari 2 Km saja sudah ngos ngosan, hampir kehabisan napas” Tentara A: “Berarti selama ini kita salah” Tentara B:: “salah bagaimana?” Tentara A: “Kita sibuk beli pesawat, rudal….. padahal yang dibutuhkan…. sepatu lari”
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja. loh... loh.... loh..... koq sudah ada 2 komentar di bawah sana, atas nama Liáng - βιολί ζήτα..... koq bisa saya ?? padahal, di sini, saya baru bangun pagi, mandi, sarapan, dan siap-siap untuk berangkat, hari ini ada tugas mengajar 2jam. lagi pula..... tulisan 2 komentar di bawah itu begitu bagus..... Liáng - βιολί ζήτα mana mungkin bisa menulis sebagus itu..... ini pasti "kerjaan Oom JuveZhang sebagai ahli AI"..... wkwkwkwkwk.....
Liáng - βιολί ζήτα
selingan. sudah ah..... mengenai per-iseng-an dan per-AI-an-nya..... mana mungkin sih AI ujug-ujugmengubah tulisan yang akan diposting..... Oom Juve mah aya-aya wae..... untuk Oom Juve supaya sedikit relax..... sebuah Violin cover yang sangat apik oleh Si Cantiiiiiiiiiik Jo A Ram : Ōsaka shigure(大阪しぐれ) https://youtu.be/QtVcVJFQyW0
Juve Zhang
Bos CHDI saya sedikit protes tulisan saya diubah ubah oleh kekuatan AI....menyimpang dari tulisan Awal....mengapa bisa terjadi begitu???.... mungkin komentar JZ menyakiti hati para ahli AI....wkwk...yg jelas benar benar sudah masuk teknologi AI ke Disway.... tulisan JZ diubah seenaknya oleh AI.... mungkin karena saya pro Iran T dan R.....ini serangan dari pihak A dan IS.....wkqkq....hanya dugaan saja....jadi anda yang baca komentar JZ hati hati jangan percaya 100% itu Rekayasa AI.... sungguh canggih...
Kurniawan Roziq
Jujur saja Nasdem merah bermetamorfosis ke psi dan Nasdem kuning bermetamorfosis ke Gerindradan motif ekonomi dan ideologi politik hanya sekedar retorika
Juve Zhang
Apakah Tiongkok senang dengan perang berkepanjangan di Iran....tentu saja jawab nya YA .... pertama menguras tenaga perang A di Medan Asia Barat....tidak fokus ke Asia Timur....akan melemahkan peran Taiwan karena Asia Timur berkurang alat perang A....semua fokus ke Asia Barat....ini strategi ciamikkk Tiongkok memindahkan ketegangan ke Asia Barat....melepas ketegangan di Asia Timur....jelas T sangat diuntungkan dengan pecahnya perang di Asia Barat....bukankah T inpestor di Asia Barat....betul T inpestor tapi lebih penting memindahkan ketegangan ini ke Asia Barat.... daripada ketegangan berkembang di Asia Timur....ini strategi Ciamikkk Suhu Xi Jin Ping....buatlah perang di be lahan Eropa atau Asia Barat agar sumber daya militer A lari ke Eropa atau Asia Barat....menjauh dari Asia Timur....itu Pemikiran Geopolitik kelas Suhu Xi.
Juve Zhang
Anda Tahu pesawat militer A F15 yg ditembak jatuh Bazokka buatan T ini sudah termasuk pesawat militer canggih nyata nyata nya masih bisa rontok ditembak Bazokka buatan T.... sungguh kejutan besar bagi Iran dan T....ini memacu semangat ilmuwan T menaikan kecepatan Bazokka nya mungkin ke Mach 3 dan anda paham pesawat militer A F15 itu paling terbang dengan kecepatan mach 1,5.... artinya mudah dikejar Bazokka dengan kecepatan Mach 3....yg sekarang ini baru Mach 2 saja sudah rontok satu lainnya kabur balik badan ke daratan Saudi Arabia....sebuah teknologi Tingkat Suhu milik T yg sangat membantu Iran dalam masa perang ini.....
Liam Then
Pening lihat Timur Tengah. Pemeritnah Israel apalah salah? Jelas. Pemerintah Iran apakah ndak ada salahnya? Belum tentu. Buat yang bilang tak bersalah. Pemerintah mana yang tega bunuhi ribuan demonstran rakyatnya sendiri? Kemarin di Amerika, jutaan turun ke jalan? Yang mati berapa? Sejahat -jahatnya Israel, tidak mereka bunuhi warga mereka sendiri ketika ada demo di sana. Selama ini, Iran main proxy di Yaman, Di Lebanon, di Gaza. Korbannya ada apa tidak? Sekarang semua kena getahnya. Perang beberapa minggu, ndak tahan biaya, konsekuensi, kehancuran yang disebabkan, lantas janji ke Pakistan bersama-sama, cari jalan keluar. Bukankah ini pengakuan terbuka bahwa pilihan konfrontasi mereka sebenarnya hal yang salah? Pemimpin yang suka main api kekuasaan geopolitik, biasanya selalu sebabkan kesengsaraan masyarakat sipil saja. Cawe-cawe Iran dukung Houti, sebabkan Yaman habis dibom oleh Saudi. UAE support sebelah pihak pada perang sipil di Sudan. Di Syria, anda sudah tahu, siapa yang ada main di sana. Satu negara baik-baik saja hancur lebur karenanya. Timur Tengah masih akan membara lama, jika dominasi yang dicari oleh pemimpin mereka.
doni wj
Trump pasti sudah kliyengan dan misuh2 sampai mengutus JD Vance sendiri ke Islamabad. "Oalah, Vance.. Vance.. seandainya aku manut kamu.." Se bombongan-bombongannya Trump, tentu ia masih bakul yg cermat dalam berhitung (keuangan). Bagaimana bisa para penyokong perang yg dulu nggedebus mengajukan anggaran $ 35-45 M, dg skenario terliar tidak lebih dari $95 M (sekitar 1600an T rupiah) bisa berubah menjadi mimpi buruk senilai lebih dari $450 M (Rp 7650 T) hanya dalam waktu 40 hari saja (operasional perang $850 jt - $2 M per hari, tergantung senjata ygdikerahkan). Belum kerugian karena hilangnya sekian drone, jatuhnya banyak pesawat baik jet tempur maupun AWACS, hingga kapal induk yg rusak berat. Dampak ke dalam negeri juga sudah dirasakan rakyatnya, harga BBM melonjak 40% yg memicu inflasi. Bagaimana bila perang itu masih berlangsung 3 atau bahkan 6 bulan lagi? "Ajur Jum..", keluh Trump sambil mengelus-elus jidatnya
Liáng - βιολί ζήτα
Tiongkok, sang sutradara di Islamabad. Sangat mudah untuk diduga, bahwa Tiongkok berada di belakang Pakistan untuk perundingan Amerika-Iran yang gagal kemarin itu..... Ya, benar, Tiongkok bisa dipastikan banyak membantu Iran dalam menghadapi serangan Amerika-Israel, tetapi hal itu lebih ke..... mempertahankan teritorial Iran supaya tidak di-invasi seperti Venezuela. Bantuan Tiongkok kepada Iran tidak untuk perang berkepanjangan sampai hancur-hancuran..... Anda Pasti Tahu..... Terlalu banyak kepentingan ekonomi (investasi) Tiongkok di negara-negara Timur Tengah..... seperti di Iran, UEA, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan yang lainnya. Tiongkok memanfaatkan sahabatnya (Pakistan) yang memiliki hubungan baik dengan Iran dan Amerika, untuk memediasi dan memfasilitasi perundingan damai..... Meski perundingan kemarin itu gagal..... dunia (khususnya Tiongkok) sangat berharap ada perundingan lanjutan untuk penghentian perang. Maka, jikalau ada komentator yang beranggapan seolah-olah Tiongkok senang dengan perang yang berkepanjangan antara Amerika-Israel vs Iran..... dan Tiongkok dapat unjuk gigi dengan persenjataannya yang canggih..... Anda keliru..... perang yang berkepanjangan, "bukan lagi unjuk giginya Tiongkok dengan persenjataannya yang canggih, tetapi giginya Tiongkok sendiri justru yang berisiko copot"..... Investasi Tiongkok di Timur Tengah akan amblas, dan investasi Tiongkok di Amerika bakalan nggadibayar, lha wong Amerika sudah kehabisan uang untuk perang !!
Laksana DedeS
Partai zaman now tidak seperti zaman old. Dulu partai memperjuangkan ideologi. Sebut saja: Masyumi, PNI, PKI, bahkan partai NU. Kadernya militan memperjuangkan ideologi partai. Zaman now gak bisa dibedakan ideologi: Golkar, Gerindra, Nasdem, atau Demokrat. Juga gak bisa dibedakan antara PKB, PKS, PPP, atau PAN. Kader bisa kapan saja pindah partai. Jadi kutu loncat. Partai dan kader cuma satu orientasinya: uang, kekuasaan, dan proyek.
Bahtiar HS
Yang melancarkan serangan duluan Amerika-Israel ke Iran. Yang mengajukan gencatan senjata juga Amerika, mungkin minus Israel. Itu seperti sebuah lagu: kau yang memulai, kau juga yang minta mengakhiri. Itu sudah jadi tanda yg jelas, kau telah kalah dlm ontran-ontran ini. Seranganmu gatot! Gagal total! Lalu dlm gencatan senjata, kau kok mau minta lebih? Minta apa2 yg belum kau capai dalam serangan 40 hari kemarin. Itu kata arek Surabaya: ngelunjak namanya. Ora duwe utek. Oraduwe isin. Ya akibatnya sdh bs diduga: kau dilepeh di meja perundingan. Kapokmu kapan? Mestinya kau datang dg hati tulus. Minta maaf. Kau mengaku lepat. Mengaku salah. Mumpung masih lebaran. Kue dan penganan masih tersisa di atas meja ruang tamu. Dan lalu kau berjanji kasih ganti rugi. Gakusah nuntut apa2. Pasti kemarin sudah bs salaman dengan mereka. Wawuh. Soal bayar ganti rugi mau minta kolegamu di Teluk bisa diatur kan? Itu kalau mereka juga mau. Sebab ibaratnya mereka itu: gupak pulut ora mangan nangkane. Mereka dapat sengsaranya aja gara2 ulahmu.
Andrea X
Manpads yang seri mana kita kira yg dipakai temvak jatuh F15 ? Ada FN-16, QW-12 atau FN-6. Mungkin bisa buat referensi TNI yang sedang mau belanja manpads juga.
Taufik Hidayat
Wah perundingan di Islamabad di hotel mewah Serena milik Aga Khan ternyata gagal total. Lalu apa jalan keluarnya? Mestinya Prabowo ke Iran dan Washington mengusulkan perundingan di IKN. Dijamin sukses. bukan kah sesuai dengan muladimag UUD 45 kita sudah IKN (ikut kedamaian du(Nia