Selain itu, pihaknya juga menata ulang jumlah produksi agar lebih terkontrol sehingga tidak terjadi kelebihan stok.
"Kami juga mengoptimalkan desain agar tetap menarik tetapi tidak boros bahan, serta menekan biaya operasional yang tidak terlalu krusial," katanya.
Langkah efisiensi tersebut, lanjut Taufiq, mampu membantu menekan biaya produksi sekitar 10 hingga 15 persen.
Angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk menjaga margin usaha tetap sehat di tengah kenaikan harga bahan baku.
Meski melakukan penyesuaian bahan, Taufiq memastikan kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. Setiap perubahan bahan selalu melalui proses pengujian terlebih dahulu sebelum digunakan dalam produksi massal.
"Kami selalu melakukan sampling dulu. Dicek dari segi kenyamanan, daya tahan, hingga hasil printing. Bahkan biasanya diuji langsung dipakai untuk memastikan tetap sesuai standar Becks Apparel," papar Taufiq.
Ia menegaskan bahwa efisiensi yang dilakukan bukan berarti menurunkan kualitas produk yang diterima konsumen.
Taufiq juga memastikan inflasi tidak memengaruhi kapasitas produksi. Mesin produksi tetap beroperasi seperti biasa karena permintaan pasar masih harus dipenuhi.
BACA JUGA:Harga Plastik Naik, Pedagang Akui Stok Pasokan Mulai Langka di Pasaran
"Mesin produksi tetap berjalan normal. Kami lebih fokus pada efisiensi penggunaan bahan, bukan mengurangi kapasitas produksi," kata dia.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, menjaga keseimbangan antara harga jual dan kualitas produk menjadi tantangan terbesar bagi pelaku usaha.
Menurut Taufiq, menaikkan harga terlalu tinggi berisiko membuat konsumen keberatan. Namun jika harga tidak disesuaikan, margin usaha bisa semakin tergerus.
"Kalau harga dinaikkan terlalu tinggi, konsumen bisa keberatan. Tapi kalau tidak dinaikkan, margin usaha bisa semakin menipis," ucapnya.
Taufiq berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan baku dan memberikan dukungan lebih kuat kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Beberapa langkah yang diharapkan antara lain mempermudah akses bahan baku dengan harga stabil, memberikan insentif bagi pelaku usaha kecil, serta menjaga biaya logistik agar tidak terus meningkat.
"UMKM seperti kami sangat bergantung pada stabilitas ekonomi. Kalau kondisi harga lebih stabil, kami juga bisa lebih fokus mengembangkan usaha," pungkas Taufiq.