Aksi Massa di Samarinda Makin Memanas, Yulianus Henock: Demo Boleh, Rusuh Jangan!

Rabu 15-04-2026,14:31 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Gelombang aksi demonstrasi besar diperkirakan akan TERJADI di Samarinda pada 21 April 2026.

Isu yang berkembang menjelang aksi ini semakin meluas dan menyita perhatian publik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Sejumlah pihak pun mulai mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa menimbulkan konflik.

Tokoh masyarakat Dayak, Yulianus Henock Sumual turut memberikan tanggapan terkait rencana aksi tersebut.

Ia menyatakan bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang.

Sebagai Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), Yulianus menegaskan dukungannya terhadap aksi penyampaian pendapat di muka umum, selama dilakukan secara damai.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum atau aksi pembakaran tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Menurutnya, demonstrasi harus tetap berjalan tertib tanpa kekerasan agar tujuan utama penyampaian aspirasi dapat tercapai.

BACA JUGA:BMKG: Waspada Hujan Lebat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan Selasa 14 April 2026

Kritik Kebijakan Dinilai Wajar

Yulianus juga menilai bahwa masyarakat berhak mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk kepada pimpinan daerah, apabila dirasa tidak berpihak pada rakyat.

Ia menyebut, aksi demonstrasi menjadi salah satu cara yang sah untuk menyuarakan tuntutan perubahan, khususnya jika kebijakan dinilai belum memenuhi harapan publik.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Yulianus menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap dinamika yang terjadi di lapangan.

Di sisi lain, Yulianus mengajak masyarakat untuk tetap memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya.

Ia menilai masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur saat ini masih relatif singkat, sehingga perlu ruang untuk melakukan perbaikan kebijakan ke depan.

Menurutnya, perubahan arah pembangunan yang lebih pro-rakyat sangat mungkin dilakukan jika diberikan waktu dan dukungan yang cukup.

Kategori :