BACA JUGA:Intip Kisah Siti Julaeha: UMKM Naik Kelas Berkat Holding Ultra Mikro BRI
“Pemerintah terus berkomitmen memperkuat keberpihakan terhadap pengusaha lokal melalui kebijakan seperti Kampanye Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), optimalisasi TKDN, serta pembatasan produk impor, termasuk melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangkitkan produk lokal sekaligus mendorong kemitraan UMKM lintas sektor, dengan dukungan pemerintah, usaha besar, dan BUMN/BUMD. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat UMKM, rantai pasok, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga mendorong pemerataan ekonomi dan daya saing nasional,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Aris Supriyanto, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menekankan pentingnya peran pengadaan pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha dalam negeri.
“Kekuatan utama perekonomian Indonesia bertumpu pada jutaan pelaku UMKM dan koperasi di berbagai daerah. Dalam hal ini, belanja pemerintah memiliki peran strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kebutuhan pengadaan dengan kapasitas UMKM yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri,” jelasnya.
Sementara itu, Budihardjo Iduansjah Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum HIPPINDO dan ATTEC menyampaikan bahwa, “Sektor konsumsi, termasuk retail modern, adalah motor utama pergerakan ekonomi. Dengan adanya Inabuyer B2B2G Expo 2026, kita memperkuat konektivitas antara belanja pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kementerian/lembaga, dan BUMN/ BUMD, dengan kebutuhan sektor swasta, khususnya sektor retail. Ini menciptakan demand yang nyata dan terintegrasi, sehingga mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.”
“Melalui gerakan nasional seperti BINA (Belanja di Indonesia Aja), kami mendorong agar seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi oleh produk dalam negeri. Retail, industri, hingga sektor pariwisata, termasuk wisatawan yang datang untuk berbelanja, semuanya membutuhkan produk. Ini adalah momentum besar, dan Inabuyer menjadi platform untuk menghadirkan lebih banyak produsen dalam negeri, termasuk UMKM, agar dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Artinya, kita tidak hanya bicara mempertemukan buyer dan seller, tetapi membangun ekosistem perdagangan dalam negeri yang kuat. Ketika demand sudah ada, baik dari pemerintah, retail, maupun pasar wisata maka tugas kita adalah memastikan supply dari dalam negeri siap dan mampu mengisi kebutuhan tersebut,” tambahnya
Sebagai platform yang telah berjalan sejak 2023, penyelenggaraan sebelumnya mencatatkan capaian yang positif.
Pada tahun 2025, kegiatan ini berhasil mencatatkan potensi kerja sama sebesar Rp1,58 triliun dengan realisasi transaksi lebih dari Rp2,5 triliun.
Capaian tersebut menjadi dasar penguatan pelaksanaan Inabuyer B2B2G Expo 2026, dengan pendekatan yang lebih terarah dan berdampak.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, Inabuyer B2B2G Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan bisnis, tetapi juga menjadi katalis yang memperkuat keterlibatan pengusaha UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional secara lebih luas dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Kisah Sukses UMKM Perempuan di Lampung: Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Pesat Berkat Dukungan BRI
Pelaksanaan kegiatan inabuyer B2B2G Expo 2026 sejalan dengan:
1. Asta Cita 3, 5, dan 6 (penciptaan usaha, hilirisasi industri, dan pemerataan ekonomi berbasis UMKM)