Cikarang Punya Pabrik Cat Super Modern, Produksi Tembus 100 Juta Liter per Tahun

Rabu 15-04-2026,22:46 WIB
Reporter : Fajar Ilman
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Perkuat industri manufaktur nasional, sebuah pabrik cat berbasis air (water-based) super modern resmi beroperasi di Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.

Fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 100 juta liter per tahun, guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat sekaligus menghadirkan solusi cat rendah VOC untuk hunian yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Jotun, perusahaan global cat dan pelapis (coating), hari ini meresmikan pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun. 

Langkah strategis ini menjadi bagian dari perayaan 100 tahun inovasi global Jotun, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menghadirkan produk yang relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia. 

BACA JUGA:Program 3 Juta Rumah Jadi Penggerak Ekonomi, 185 Industri Ikut Terlibat

Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi Jotun secara global.

Dari lebih dari 100 negara tempat Jotun beroperasi, Indonesia termasuk dalam 10 besar kontributor terbesar secara global. 

Hal ini tak lepas dari pertumbuhan sektor konstruksi dan meningkatnya kebutuhan akan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan kondisi iklim tropis.

President Director Jotun Indonesia, Arun Kumar mengatakan, Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang Jotun. 

"Peresmian fasilitas ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus komitmen untuk memperkuat manufaktur lokal dan menghadirkan kualitas global Jotun lebih dekat kepada konsumen," katanya dalam sambutan dalam peresmian pabrik baru, Rabu, 15 April 2026.

BACA JUGA:Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular, Siap Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Tambah

Ia menjelaskan, investasi ini juga sejalan dengan agenda penguatan manufaktur nasional.

Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri manufaktur hingga 5,51persen pada 2026 dan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 18,56 persen. 

Menurutnya, kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat basis produksi dalam negeri, mendukung pertumbuhan nasional, serta membuka ruang bagi pengembangan rantai pasok dan kapabilitas industri lokal.

"Kehadiran pabrik terbaru ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun," ungkapnya.

Kategori :