Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, kata Bahlil, pemerintah terus membuka peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia. Selain pasokan minyak mentah, kerja sama juga diarahkan pada investasi infrastruktur energi seperti pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan (storage).
"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," terang politisi Partai Golkar itu.