Geopolitik Memanas, Pakar Ingatkan Cadangan Energi Dunia Kini Jadi Taruhan

Jumat 17-04-2026,15:02 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketegangan geopolitik global kembali meningkat seiring memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Para pakar menilai, dalam situasi ini cadangan energi global tidak lagi sekadar menjadi penyangga, melainkan telah berubah menjadi instrumen strategis yang dipertaruhkan di tengah tarik-menarik kepentingan politik dan ekonomi antarnegara.

Menurut Board of Experts lembaga Prasasti, Halim Alamsyah, situasi ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kemampuan Indonesia menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

BACA JUGA:Amankan Pasokan Energi, Indonesia Jajaki Investasi Migas Rusia di Tengah Gejolak Global

"Dalam jangka pendek, pemerintah mungkin perlu menjaga stabilitas harga energi domestik melalui kebijakan fiskal dan pengelolaan pasar yang hati-hati," tutur Halim kepada Disway, pada Kamis 16 April 2026.

Dalam hal ini, Halim juga menambahkan bahwa faktor komunikasi juga dinilai penting agar masyarakat dapat memahami situasi yang berkembang dan memiliki ekspektasi yang realistis terhadap kondisi ekonomi ke depan.

"Di saat yang sama, selain diplomasi energi, aktivitas trading energi harus dioptimalkan agar pemerintah memiliki fleksibilitas dalam meredam gejolak harga global," tegas Halim.

BACA JUGA:Farrel Buktikan Anak Muda RI Bisa Jadi Pemain Energi Internasional

Di sisi lain, Policy and Program Director Prasasti Pieter Abdullah bahwa dalam membangun ketahanan energi nasional sendiri, negara juga membutuhkan beberapa langkah seperti mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi energi yang berisiko tinggi, memperluas sumber energi domestik, serta mendorong transisi energi secara realistis dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal dan kesiapan infrastruktur nasional.

"Pendekatan bertahap seperti ini penting agar kebijakan energi tidak hanya mampu merespons tekanan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu," jelas Pieter.

BACA JUGA:AZEC Plus Online Summit Meeting: Menko Airlangga Tekankan Kolaborasi Energi di Tengah Gangguan Pasokan Global

Lebih lanjut Pieter menjelaskan, langkah jangka panjang lainnya yakni mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi energi yang berisiko tinggi, memperluas sumber energi domestik, serta mendorong transisi energi secara realistis dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal dan kesiapan infrastruktur nasional.

"Pendekatan bertahap seperti ini penting agar kebijakan energi tidak hanya mampu merespons tekanan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia," tutup Pieter.

Kategori :