Kemudian Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk respons atas keresahan yang dirasakan masyarakat.
Dijelaskannya, bahwa ajaran Kristen dan Katolik tidak mengenal kekerasan terhadap sesama manusia.
Karena itu, pihaknya berharap persoalan ini segera ditangani agar tidak semakin meluas.
"Kami melaporkan supaya suasana segera terkontrol dan tidak meluas. Harapan kami, sebagai tokoh bangsa, Bapak JK bisa merespons dengan baik, minimal memberikan klarifikasi dan pernyataan terbuka," jelasnya.
Lebih lanjut, Stefanus menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jaringan organisasi di seluruh Indonesia untuk membantu meredakan situasi.
Sementara itu, Sahat menegaskan pelaporan ini justru dilakukan untuk meredam kegaduhan di media sosial yang dinilai semakin memanas.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
"Justru karena kita tidak ingin kegaduhan ini terus terjadi, maka kami letakkan persoalan ini di ranah hukum," ucapnya.