Teladani Kartini, Nasaruddin Umar Ajak ASN Kemenag Berani Berpikir Berbeda untuk Perubahan

Selasa 21-04-2026,12:03 WIB
Reporter : Moh Purwadi
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Meneladani Kartini tidak cukup pada simbol, tetapi pada keberanian berpikir dan bertindak untuk perubahan.

Pesan ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Kartini di halaman kantor pusat Kementerian Agama. 

Peringatan Hari Kartini menjadi pengingat nilai perjuangan, keberanian berpikir, dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.

BACA JUGA:Hari Kartini: Kombes Pol Sumarni, 'Perempuan Berkompetensi, Tak Boleh Lupa Kodratnya'

Menag menegaskan bahwa Raden Ajeng Kartini merupakan figur penting dalam sejarah Indonesia yang mendorong lahirnya kesadaran baru tentang peran perempuan di ruang publik. 

“Raden Ajeng Kartini adalah sosok luar biasa yang dapat kita sebut sebagai pelopor kesadaran kemerdekaan perempuan Indonesia. Di usia muda, beliau sudah berani mempertanyakan berbagai kondisi sosial di lingkungannya,” ujar Menag, Selasa, 21 April 2026.

Ia menjelaskan, Kartini mengkritisi sejumlah praktik sosial pada masanya, seperti pembatasan ruang gerak perempuan melalui tradisi pingitan, serta keterbatasan akses pendidikan.

Pengalaman hidup tersebut membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya keadilan dan kesempatan yang setara.

Selain itu, Menag juga menyoroti pemikiran Kartini yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga menyentuh aspek keagamaan.

Kartini, menurutnya, memiliki pandangan progresif dalam memahami ajaran agama secara lebih mendalam.

BACA JUGA:Sambut Hari Kartini 2026 DAMRI Bagikan Voucher Promo untuk 1.000 Perempuan Khusus Hari ini

“Beliau tidak puas hanya membaca Al-Qur'an secara tekstual tanpa memahami maknanya. Beliau mendorong adanya tafsir Al-Qur'an agar agama tidak hanya menjadi dogma teologis, tetapi menjadi way of life (pegangan hidup) dan penuntun bagi masyarakat.” lanjutnya.

Menag menambahkan, latar belakang Kartini sebagai bagian dari kalangan priyayi tidak menghalangi lahirnya pemikiran kritis.

Justru dari lingkungan tersebut, Kartini menunjukkan keberanian untuk melihat realitas secara berbeda.

“Seorang tokoh besar lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda, berani mengambil sikap, dan berani menghadapi tantangan zamannya. Itulah yang ditunjukkan oleh Kartini,” tegasnya.

Kategori :