JAKARTA, DISWAY.ID - Jagat maya dihebohkan dengan isu perseteruan Pangkopassus dan Sekretaris Kabinet hingga memicu perdebatan netizen di media sosial.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI menyatakan isu liar di media sosial tentang keributan antara Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya adalah hoaks.
Melalui akun Instagram Kopassus @penkopassus, Selasa, 21 April 2026, Kopassus mencantumkan postingan informasi tersebut tetapi dengan label Hoax dan Fake News.
BACA JUGA:Wamen P2MI: Semangat Kartini Bukan Hanya Soal Emansipasi, Tapi...
"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," demikian keterangan @penkopassus tersebut
Kopassus menegaskan bahwa informasi tersebut tidak memiliki bukti yang valid.
"Faktanya, ini hanyalah karangan tanpa bukti. Informasi ini sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan dan memecah-belah soliditas internal institusi negara," lanjutnya.
BACA JUGA:Dasco Sebut Jaminan Sosial PRT Akan Diatur dalam PP, Ini 12 Poin Krusialnya!
BACA JUGA:Rayakan HUT ke-37, BRI Insurance Tegaskan Peran di Industri Asuransi Indonesia
Sebagai informasi, isu tersebut viral usai diunggah oleh akun thread @retailman69. Dalam akun tersebut ia menceritakan bahwa TNI ribut dengan Seskab Teddy Indra Wijaya.
"Dengar informasi bunted digampar ga?lssuenva dia digampar sama Sjafrie. Gw tadi pagi ketemu orang ring 1 istana yang kebetulan ada disana pas kejadian, dan itu bukan Sjafrie. Jadi beberapa hari yg lalu Pangkopassus Letjen Djon Afriandi diiadwalkan bertemu presiden dan schedulenya selama 30 menit," cerita dia.
"Singkat cerita, Djon Afriandi datang ke istana dan yg mengatur tamu`utk ketemu presiden termasuk protokoler yah si bunted. Sama bunted alih alih langsung ke ruangan malah disuruh duduk di ruang tunggu," sambungnya.
"Menurut ordal ini, pangkopassus nunggu sampai 20 menitan dan sisa waktu tinggal 5-10 menit tapi masih belum diminta masuk-sâmpai tiba tiba Prabowo keluar dari ruang kerjanva dan ngeliat Djon Afriandi duduk," ungkapnya.