Sinergi Indonesia- Malaysia Kian Erat, Mukhtarudin Sambut Delegasi MCA

Selasa 21-04-2026,20:32 WIB
Reporter : Nurman Amrizal
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Malaysian Chinese Association (MCA) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, pada Selasa 21 April 2026.

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi bilateral dalam penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Negeri Jiran.

BACA JUGA:Hari Pertama UTBK UNP 2026, Disabilitas dan Peserta di Kepulauan Bertaruh Nasib Berebut PTN

Delegasi MCA dipimpin oleh Datuk Ir. Lawrence Low (Naib Presiden MCA & Pengerusi Jawatankuasa Hal Ehwal Ekonomi & PKS MCA), didampingi oleh YB Dato' Wong Tat Chee (Timbalan Pengerusi Jawatankuasa Hal Ehwal Ekonomi & PKS MCA & ADUN Pahang), serta Matthew Lee Kah Hing (Setiausaha Jawatankuasa Hal Ehwal Ekonomi & PKS MCA).

Transformasi dan Target Besar 2026

Dalam audiensi tersebut, Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, P2MI telah bertransformasi dari sebuah "Badan" menjadi "Kementerian". 

Perubahan ini memberikan kewenangan yang lebih luas bagi instansi tersebut untuk bergerak sebagai regulator sekaligus operator penempatan dan perlindungan PMI secara profesional dari hulu ke hilir.

BACA JUGA:Hari Pertama UTBK UNP 2026, Disabilitas dan Peserta di Kepulauan Bertaruh Nasib Berebut PTN

"Tahun 2026 ini, Bapak Presiden Prabowo mengarahkan kami untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja berkualitas. Malaysia tetap menjadi negara penempatan terbesar. Tercatat sejak Januari hingga April 2026, sudah ada 22.915 layanan penempatan ke Malaysia," ujar Menteri Mukhtarudin.

Diversifikasi Sektor: Menuju Tenaga Kerja Profesional

Meskipun sektor perkebunan (plantation) masih mendominasi, Menteri P2MI didampingi Sekjend KP2MI Komjen Pol Dwiyono dan delegasi MCA mendiskusikan peluang besar di sektor formal dan profesional lainnya.

Adapun fokus ke depan dalam audiensi tersebut akan diarahkan pada tenaga kerja berketerampilan menengah-tinggi (medium-high skill).

BACA JUGA:Teknologi HeatFlow™ dari eufy, Pompa ASI Handsfree untuk Ibu Aktif

Beberapa sektor prioritas yang dibahas meliputi Kesehatan, Perawat (nurse) dan caregiver, industri strategis, welder, ttukang las dan sektor hospitality.

Kunjungan kerja ini menandai babak baru dalam sinergi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya melalui kesepakatan untuk menjajaki empat area kolaborasi strategis guna meminimalisir permasalahan pekerja migran. 

Kategori :