JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Alwan Naufal Bariq mengingatkan potensi risiko masuknya dana asing ke berbagai organisasi dan lembaga di Indonesia.
Ia menilai aliran dana dari luar negeri dapat berdampak serius jika tidak diawasi secara ketat, bahkan berpotensi mengancam ideologi negara dan persatuan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk Dana Asing Masuk, Wewenang Aparat Seberapa Kuat? yang digelar di kampus UINSA pada Rabu, 22 April 2026.
Potensi Intervensi Asing Jadi Sorotan
Dalam forum tersebut, Alwan menegaskan bahwa keberadaan dana asing tidak boleh dianggap sebagai hal biasa, terutama jika tidak disertai sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel.
“Masuknya dana asing ke dalam organisasi atau lembaga di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Jika tidak diawasi dengan ketat, ada potensi besar terjadinya intervensi asing terhadap urusan dalam negeri,” ujar Alwan dalam keterangannya.
Sebagai mahasiswa hukum, ia melihat adanya potensi penyalahgunaan dana tersebut. Menurutnya, dana asing tidak hanya berisiko disalahgunakan dalam kegiatan sosial, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang berdampak pada stabilitas nasional.
Alwan juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan penggunaan dana asing untuk kepentingan yang merugikan negara, termasuk upaya memengaruhi opini publik.
“Kami khawatir dana tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan sosial, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk membiayai gerakan yang merusak ideologi Pancasila, memecah belah persatuan, atau bahkan menggiring opini publik sesuai kepentingan asing,” kata dia.
Isu ini dinilai menjadi perhatian serius, mengingat Indonesia sebagai negara dengan sistem demokrasi terbuka rentan terhadap pengaruh eksternal jika tidak memiliki sistem pengawasan yang kuat.
Dorongan Penguatan Pengawasan dan Peran Mahasiswa
Lebih lanjut, Alwan menekankan pentingnya peran pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memperketat pengawasan terhadap aliran dana asing. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak bersikap pasif dalam menghadapi isu strategis seperti ini. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen kontrol sosial dalam menjaga kepentingan rakyat dan keutuhan bangsa.
“Mahasiswa harus tetap berpihak kepada rakyat dan tidak boleh lengah terhadap berbagai bentuk ancaman, termasuk potensi intervensi asing,” ujarnya.
Topik dana asing dan potensi intervensi luar negeri belakangan menjadi perhatian publik, terutama dalam konteks menjaga stabilitas nasional, ideologi negara, serta keutuhan sosial masyarakat.
Melalui diskusi ini, diharapkan muncul kesadaran bersama akan pentingnya pengawasan yang lebih kuat terhadap setiap aliran dana yang masuk ke Indonesia, sekaligus memperkuat peran berbagai elemen, termasuk mahasiswa, dalam menjaga kedaulatan bangsa.