Setelah ambulans datang, kedua korban langsung dievakuasi ke RSAL dr. Mintohardjo untuk pertolongan medis.
Syahrudin mendengar jika salah satu dari korban berinisial D tutup usia di rumah sakit.
BACA JUGA:Arahan MUI, Pemkot Jaksel Ubah Cara Pemusnahan Ikan Sapu-sapu
“Salah satu korban meninggal di rumah sakit, setelah ditindak enggak berhasil diselamatkan," terangnya.
Di sisi lain, Syahrudin mengaku, sebelumnya tidak pernah sekalipun bertemu dengan kedua korban.
Menurut dia rumah kos tempat korban bekerja sangat tertutup.
Bahkan ketua RT setempat, kata Syahrudin, belum pernah mendapat laporan apapun terkait aktivitas di rumah kos tersebut.
"Pokoknya saya nggak tahu dah. Saya cek RT juga. Cerita RT nggak ada laporan ada pembantu di sana," ujarnya.
BACA JUGA:Jambret HP WNA di Pos Bloc Berhasil Dibekuk, Pelakunya 3 Orang!
Sementara itu Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kedua korban berinsial D (18) dan R (30).
Kata Roby, korban nekat melompat dari lantai 4 rumah kos, diduga hendak kabur dari tempatnya bekerja.
"Betul (hendak kabur). Informasi awalnya begitu," kata Roby kepada wartawan.
Roby menuturkan, korban berinsial D tewas setelah kejadian.
Sementara itu, R menderita patah tangan dan masih menjalani perawatan di RSAL dr. Mintohardjo.
Meski masih menjalani perawatan, R sudah bisa memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
BACA JUGA:Di Balik Ketegasan dan Kelembutan Wali Kota Iin, Ada Inspirasi dari Sosok Risma dan Sylviana Murni