Lebih dari Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Jadi Penggerak Green Economy

Senin 27-04-2026,17:58 WIB
Reporter : Dita Hastuti
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Ibadah kurban bisa menjadi bagian dari solusi krisis iklim. Hal ini diangkat oleh Dompet Dhuafa yang mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan melalui partisipasi dalam ajang ‘Green Jobs Fest 2026’ di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/04/2026).

Pada sesi talkshow "Green Talks" kedua bertema “The Human Side of Transition: Menjembatani Ilmu Sosial ke dalam Ekosistem Kerja Berkelanjutan” yang dimoderatori oleh Fitrianti Sofyan, Ali Bastoni selaku Ketua Kurban Dompet Dhuafa 2026, 

BACA JUGA:Pernah Viral Foto dengan Pembalak Liar dan Dicopot dari Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding Comeback ke Kabinet

Talkshow tersebut berbagi perspektif menarik tentang bagaimana program Tebar Hewan Kurban (THK) kini bergerak dalam koridor ekonomi berkelanjutan selain itu mengajak peserta untuk berdonasi melalui https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/mangroveuntukindonesia

"Di Dompet Dhuafa, kami melihat kurban sebagai siklus ekonomi yang kompleks. Dalam konteks ekonomi hijau ada aspek nutrisi, spiritual, hingga pengelolaan limbah yang harus dipikirkan dampak ekologinya," ujar Ali.

Ali Bastoni menekankan bahwa di tengah tantangan angka pengangguran yang tinggi, kurban hadir sebagai penggerak ekonomi di akar rumput. 

BACA JUGA:Klasemen Sementara Moto3 2026: Veda Pratama Kalahkan David Almansa, Pemenang di Buriram!

Melalui program THK yang diinisiasi sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa mendampingi peternak kecil agar mandiri dan memiliki daya saing.

Namun, Ali juga mengingatkan adanya tantangan ekologis. Di sisi hulu, melalui kemitraan DD Farm, limbah peternakan dikelola secara khusus menjadi pupuk organik untuk meminimalisir emisi metana.

"Jika tidak dikelola, memiliki efek samping seperti limbah dan gas metana. Karena itu, misalnya DD Farm di Riau, kami menginisiasi pengelolaan limbah di DD Farm agar menjadi pupuk organik dan tidak mencemari lingkungan," jelasnya di hadapan peserta yang didominasi generasi muda.

Sementara ada cerita menarik di sisi hilir, di balik paket daging kurban yang diterima masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

BACA JUGA:Kabar Buat Anak Jaksel, Wajah Pasar Santa Segera Direvitalisasi seperti Blok M

Dompet Dhuafa mulai mengganti kantong plastik dengan kearifan lokal seperti daun jati dan wadah rotan. Selain mengurangi sampah plastik, langkah ini juga memberdayakan pengrajin lokal.

Salah satu poin penting yang juga disampaikan Ali adalah tentang endowment fund dan kemandirian. 

Dompet Dhuafa tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga pendampingan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan—misalnya pascabencana—untuk menjadi peternak yang tangguh.

Kategori :