“Tidak ada kepentingan bisnis perusahaan yang begitu penting sehingga kita harus mengorbankan aspek HSSE,” tegas Awang. Ia juga mengajak seluruh mitra untuk menginternalisasi semangat keselamatan kerja dalam setiap aktivitas operasional.
Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini menegaskan bahwa kerja sama pengelolaan kemitraan struktur/area sejalan dengan strategic initiatives Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi.
BACA JUGA:Percepat Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Aceh, Kementerian PU: Target Fungsional Juli 2026
"Setiap barel itu sangat berarti sekali buat Pertamina sekarang, every single barrel is very meaningful untuk memperkuat ketahanan energi nasional, apalagi jika melihat situasi geopolitik saat ini," kata Emma.
Sementara itu dalam sambutannya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochammad Iriawan, menegaskan pentingnya sosialisasi konsep KSOT dan kemitraan dalam mendorong optimalisasi potensi migas nasional melalui pendekatan yang mengedepankan aspek HSSE.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi migas yang sangat besar, namun belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal.
BACA JUGA:Disentil Prabowo Masih Disiden, Rocky Gerung Santai: Emang Saya Disiden!
“Tantangan kita bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan bagaimana mengkonversi potensi tersebut menjadi produksi nyata untuk mendukung ketahanan energi nasional.
"Namun produksi ini harus berjalan seiring dengan dan senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” papar Iriawan.
Dalam kesempatan sama, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menekankan bahwa aspek HSSE harus menjadi fondasi utama dalam setiap upaya peningkatan produksi migas.
BACA JUGA:Damessa Family Dental Care Ekspansi ke Tangerang, Hadirkan Perawatan Gigi Modern dan Nyaman
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini sebagai langkah penting dalam memperkuat pemahaman dan implementasi pelaksanaan Permen ESDM No 14/2025.
Sejalan dengan itu, Komisaris PHE Nanang Untung, mengingatkan bahwa risiko keselamatan tetap menjadi perhatian Utama di industri hulu migas. “Walaupun skalanya lebih kecil, faktor risiko safety tetap sangat tinggi dan harus menjadi perhatian serius. Produksi yang dihasilkan harus berjalan seiring dengan kemampuan kita dalam mengelola risiko yang muncul,” tambahnya.
Imbauan senada disampaikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan hulu migas.
Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan operasional, termasuk di lingkungan sekitar wilayah kerja migas.