Dengan begitu, lembaga tersebut bisa memiliki puluhan daftar masalah yang sebelumnya tersembunyi.
Dari daftar itulah kemudian dilakukan proses penyusunan nomor urut masalah berdasarkan urgensi, kapasitas penyelesaian, serta ketersediaan sumber daya.
"Tidak semua persoalan harus diselesaikan sekaligus. Apakah kita mampu? Apakah ada uangnya? Dari situlah lahir prioritas," tegas dia.