Saat Lidah Melampaui Akal

Kamis 14-05-2026,06:26 WIB
Oleh: Prof DR H Ahmad Sihabudin M.Si

Dalam kerangka ini, penting untuk menghidupkan kembali etika berpikir kritis: memverifikasi sebelum mempercayai, menganalisis sebelum menyebarkan, dan mempertimbangkan dampak sebelum berbicara.

Tanpa itu, ruang publik akan terus dipenuhi oleh kebisingan yang tidak produktif.

BACA JUGA:Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Akhirnya, keprihatinan terhadap fenomena ini adalah keprihatinan terhadap arah bangsa.

Ketika tokoh-tokoh yang seharusnya menjadi teladan justru terjebak dalam praktik komunikasi yang sembrono, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi pribadi, tetapi juga kualitas demokrasi itu sendiri.

Dalam dunia yang semakin bising, mungkin kita perlu kembali pada kebijaksanaan lama: bahwa tidak semua yang bisa dikatakan, perlu dikatakan.

Dan tidak semua yang terdengar menarik, layak dipercaya. Karena pada akhirnya, negara yang sehat bukan hanya dibangun oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh kata-kata yang bertanggung jawab.

By Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta

Kategori :

Terkait

Kamis 14-05-2026,06:26 WIB

Saat Lidah Melampaui Akal