MAKKAH, DISWAY.ID– Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memberikan edukasi intensif kepada jemaah haji Indonesia, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti), tentang pentingnya niat isytirath atau niat dengan syarat.
Anggota PPIH Arab Saudi Bidang Pembimbing Ibadah, Anis Diyah, menjelaskan bahwa niat isytirath menjadi bentuk perlindungan syar’i bagi jemaah yang memiliki kendala kesehatan agar tidak terbebani kewajiban dam jika terpaksa menghentikan ibadah.
“Tadi namanya niat isytirath. Jadi begini, jemaah haji kita itu ada yang lansia dan ada yang memang berisiko tinggi. Baik itu lansia maupun yang masih muda tapi memiliki penyakit bawaan yang rentan,” ujar Anis Diyah di Makkah.
BACA JUGA:Puskeshaj Imbau Jemaah Lansia Waspadai Disorientasi Saat Baru Tiba di Tanah Suci
Dengan niat isytirath, jemaah mengucapkan lafal:
"Nawaitu al ‘umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’ala. Fain habasany haabisun Allahumma famahilly haitsu habasany.”
Bagi yang kesulitan melafalkan bahasa Arab, niat boleh diucapkan dalam bahasa Indonesia dengan inti yang sama, yaitu menyatakan bahwa jika ada halangan (seperti sakit), maka tempat tahalul adalah di lokasi halangan tersebut terjadi.
Anis menegaskan, jika jemaah telah berniat isytirath kemudian terhalang menyelesaikan ibadah karena sakit, maka ia terbebas dari kewajiban membayar dam. Pahala umrahnya diharapkan tetap sempurna.
BACA JUGA:Pergeseran Jemaah Haji dari Madinah Tinggal 2 Hari Lagi, 241 Kloter Sudah Lewat Bir Ali
Langkah ini menjadi salah satu upaya PPIH memberikan kemudahan sekaligus menjaga keabsahan ibadah bagi jemaah yang kondisi kesehatannya rentan menjelang puncak haji di Armuzna.