JAKARTA, DISWAY.ID - Di sudut Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangerang Selatan, aroma kopi perlahan tak lagi sekadar soal rasa, tetapi juga tentang cerita, peluang, dan harapan yang tumbuh dari cangkir-cangkir sederhana.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedai kopi skala kecil menjelma menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Tak hanya di pusat kota, usaha kopi rumahan hingga gerai sederhana kini mudah ditemui, menjangkau pasar lokal dengan hangat dan perlahan membangun ekosistemnya sendiri.
Di balik tren yang terus mengalir itu, tersimpan peluang yang tak sedikit. Berangkat dari keterampilan dasar, usaha kopi dapat dirintis dari skala kecil, lalu tumbuh mengikuti waktu dan ketekunan.
Melihat potensi tersebut, MIND ID menghadirkan pelatihan kopi bagi jurnalis serta pegiat homeless media, sebagai jendela kecil untuk mengenalkan dunia kopi lebih dekat sekaligus membuka ruang baru dalam keterampilan usaha.
Kegiatan yang digelar di Kopi Praja ini menghadirkan Coffee Expert dari Kieta Roastery. Para peserta tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga larut dalam proses—menyentuh, mencium, hingga mencoba langsung meracik kopi.
Di ruang itu, kopi tidak lagi hanya minuman, melainkan pengalaman. Peserta diajak memahami karakter rasa, teknik penyeduhan sederhana, hingga proses dasar pembuatan espresso. Lebih jauh, mereka juga diperkenalkan pada gambaran awal pengembangan usaha kopi berskala kecil.
Manajer Kopi Praja, Eni, menyebut pelatihan ini sebagai upaya memperluas cara pandang masyarakat terhadap kopi, yang bagi Indonesia bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang hidup.
“Kopi tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal pengetahuan dan peluang. Kami ingin masyarakat, termasuk jurnalis, bisa melihat kopi dari perspektif yang lebih luas,” ujar Eni, Minggu 18 Mei 2026.
Ia menambahkan, keseharian jurnalis yang kerap beririsan dengan kopi menjadikan pelatihan ini terasa dekat dan relevan.
“Antusiasme teman-teman jurnalis cukup tinggi. Mereka bukan hanya penikmat, tetapi juga tertarik memahami prosesnya. Dari situ, muncul potensi untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi sesuatu yang lebih,” katanya.
Salah satu peserta, Endy, mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam memahami proses penyeduhan kopi yang selama ini dianggap sederhana.
“Dulu hanya menyeduh secara sederhana menggunakan mesin. Sekarang jadi lebih paham tekniknya. Ke depan, ini juga bisa menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MIND ID dalam mendorong pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang lebih aplikatif, di mana secangkir kopi bukan hanya dinikmati, tetapi juga dipahami, dipelajari, dan mungkin, suatu hari nanti, menjadi jalan usaha baru.