JAKARTA, DISWAY.ID – Di momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 pada 20 Mei, kurs Dolar kembali menguat dan menekan Rupiah.
Dolar kembali naik tipis ke 40 poin.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 37 poin (0,21%) ke level Rp 17.743 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS terlihat menguat tipis 0,05% ke level 99.378.
BACA JUGA:Panduan Lengkap Cara Tukar Dolar ke Rupiah di Money Changer Imbas Kurs Dolar Makin Menguat
Nilai tukar rupiah pada hari Rabu 19 Mei 2026 kemarin ditutup melemah 35 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp 17.703.
Sebelumnya, sebagai upayanya dalam menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang hingga saat ini masih tertekan, Bank Indonesia (BI) turut menyoroti potensi yang dimiliki oleh cadangan devisa.
Dalam penuturannya, Gubernur BI Perry Warjiyo menilai bahwa cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
BACA JUGA:Pernyataan Prabowo soal Dolar Tuai Sorotan, Purbaya: Konteksnya Desa
Adapun saat ini, cadangan devisa masih berada di atas metrik Assessing Reserve Adequacy (ARA) yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).
"Jadi, kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup. Masih lebih dari cukup, sehingga dosis intervensinya kami naikkan," ujar Perry kepada media secara daring, pada Selasa 19 Mei 2026.
Bukan tanpa alasan mengapa intervensi perlu dilakukan. Menurut Perry, intervensi di pasar valuta asing merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:Purbaya Klarifikasi Omongan Prabowo soal Rakyat Desa Gak Pakai Dolar: Untuk Menghibur Aja
Selain intervensi pasar, BI juga meningkatkan tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 6,41 persen untuk mendukung arus masuk modal asing (capital inflow).
Menurut Perry, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif, tercermin dari arus masuk modal bersih melalui SRBI yang mencapai USD 105,16 miliar secara tahun kalender hingga 18 Mei 2026.