"Benar, sudah ditangkap," ujar Erwin singkat saat memberikan keterangan kepada awak media.
Meski demikian, pihak Rutan masih enggan membeberkan secara detail mengenai kondisi psikologis maupun fisik Cili saat ditangkap, termasuk kronologi interogasi awal. Proses hukum internal masih berjalan ketat untuk menggali informasi lebih dalam.
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.
BACA JUGA:Momen Hangat Iduladha di Paris, WNI Haru Salat Bersama Presiden Prabowo di Wisma Indonesia
Jika menengok ke belakang, aksi nekat Cili pada Minggu sore menjelang magrib itu sempat membuat geger publik. Pria yang divonis 1 tahun 1 bulan penjara akibat kasus pencurian ini tergolong nekat.
Ia memanfaatkan celah kelengahan petugas rutan yang sedang sibuk melakukan pergantian sif jaga di sore hari.
Sistem pengamanan yang dianggap kokoh pun runtuh sesaat ketika Cili dengan lihai melompati pagar dan tembok pembatas kantor yang menjulang tinggi.
BACA JUGA:7 Cara Makan Daging Kambing agar Tidak Cepat Pusing, Dijamin Perut Kenyang Anti-Kliyengan!
Memanfaatkan pencahayaan yang mulai temaram menjelang malam, ia menghilang bak ditelan bumi sebelum akhirnya skenario pelariannya hancur berantakan tiga hari kemudian hanya karena urusan perut.
Insiden ini tentu menjadi tamparan keras bagi otoritas penegak hukum setempat dan sempat memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait kualitas pengamanan lapas.
Menanggapi hal tersebut, pihak Rutan berjanji tidak akan tinggal diam dan siap melakukan evaluasi internal total demi menutup segala celah keamanan agar drama pelarian serupa tidak terulang di masa depan.