Arus Ekspor Menguat, Kinerja IPCC Awal Kuartal II Kian Solid Tumbuh 16,01%

Jumat 29-05-2026,18:28 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Dari konsolidasi, terminal Satelit IPCC turut memberikan kontribusi positif terhadap keseluruhan kinerja. Total volume konsolidasi Satelit hingga bulan pertama kuartal II 2026 mencapai 150.087 unit, meningkat 21,47% dari 123.554 unit pada periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, Branch Jakarta secara individual mencatat volume sebesar 147.885 unit pada 2026, dibandingkan 154.009 unit pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan adanya penyesuaian distribusi volume antar terminal dalam jaringan distribusi IPCC, seiring upaya optimalisasi kapasitas operasional secara lebih merata melalui transformasi pola operasi dan implementasi digitalisasi.

BACA JUGA:IHSG Masih Berdarah Meski BUMN Khusus Ekspor Dibentuk, Ini Kata Purbaya

Ke depan, sinergi antar terminal dan penguatan efisiensi layanan menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas pertumbuhan volume secara berkelanjutan di seluruh jaringan IPCC.

“IPCC berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal kendaraan melalui transformasi operasional yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran rantai pasok www.indonesiacarterminal.co.id otomotif nasional. Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga April 2026 mencerminkan kepercayaan industri terhadap peran IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional yang mampu menjawab dinamika kebutuhan logistik nasional maupun global. Ke depan, IPCC akan terus mendorong inovasi berbasis teknologi, penguatan efisiensi layanan dan handling kargo, serta pengembangan infrastruktur yang selaras dengan pertumbuhan industri otomotif nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari kesiapan Perseroan dalam mengantisipasi peningkatan arus kendaraan listrik dan hybrid yang semakin mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia, sekaligus mendukung ekosistem logistik yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi.ujar Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC.

Kategori :