Pet Byar

Sabtu 30-05-2026,04:04 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Akhirnya terjawab. Penyebab utama black out listrik di Sumatera tengah, utara, dan Aceh Jumat lalu adalah ini: putusnya sambungan kabel di transmisi 275 kV antara Aur Duri dan Garuda Sakti. Bukan akibat sabotase oleh antek asing.

Aur Duri adalah gardu induk PLN yang lokasinya di antara kota Sungai Penuh dan danau Kerinci. Itu wilayah Jambi tapi sudah dekat perbatasan Sumbar. Garuda Sakti adalah gardu induk di Sumatera sisi timur, di Teluk Lembu dekat Pekanbaru, Riau.

Ketika saya di Nanning, Tiongkok selatan ini, saya mendapat kiriman video konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri soal penyebab black out itu. Saya putar dua kali. Jelas, penyebabnya kabel transmisi yang putus. Putus sendiri akibat angin kencang, badai, dan hujan lebat. Itu, katanya, sesuai dengan data di BMKG.

Sebenarnya umur transmisi di situ belum tua. Tapi transmisi listrik tegangan tinggi memang sangat panas. Bisa memuai. Transmisi di mana pun pasti terkena hantaman angin ribuan bahkan jutaan kali. Seperti digoyang-goyang terus. Karena itu sambungan kabelnya harus kuat tapi aman.

Cara menyambung kabelnya tidak sama dengan menyambung kabel kecil. Ukuran kabel transmisi 275 kV sebesar lengan gadis Padang. Tidak mudah ditekuk. Maka cara menyambungnya spesial: dua ujung kabel itu dimasukkan ke dalam selongsong besi dari dua arah. Ketika dua ujungnya sudah tersambung di dalam selongsong, selongsong baja tersebut di-press. Sangat kuat. Begitulah praktik di seluruh dunia.

Pabrik kabel di Indonesia hanya bisa membuat kabel yang panjangnya setengah kilometer. Padahal jarak tower di transmisi 275 kV adalah 400 meter. Kadang 500 meter. Tergantung kondisi lahan yang dilewati.

Di Tiongkok sudah ada pabrik kabel (kabel transmisi disebut konduktor) sepanjang satu kilometer sampai 2,5 km. Ukuran panjang konduktor itu bukan hanya soal bisa atau tidak bisa, tapi juga bagaimana mengangkutnya ke lokasi transmisi: berat sekali. Konduktor yang lebih pendek mengangkutnya lebih mudah.

Apakah sambungan itu bisa putus tiba-tiba? Mestinya tidak kecuali takdirnya begitu. Proses putusnya seharusnya bertahap. Di tahapan awalnya lambat. Kian cepat karena di bagian yang sudah cacat itu akan lebih panas.

Karena itu di PLN ada SOP kontrol transmisi. Utamanya kontrol gardu induk. Kenapa gardu induk perlu lebih sering dikontrol? Anda sudah tahu jawabnya: di situlah terjadi sambungan konduktor terbanyak.

Cara inspeksinya pun Anda sudah tahu: pakai kamera infrared. Setiap sambungan dibidik: apakah suhunya lebih tinggi dari sekitarnya. Kalau perbedaan suhu di sambungan itu tinggi sudah waktunya ada pemeliharaan.

Tentu membawa ''stetoskop'' seperti itu ke transmisi 275 kV tidak semudah ke gardu induk. Tinggi tower listrik 275 kV sekitar 30 meter. Tinggi kabel di tengah antara dua tower bisa 18 meter. Lokasinya pun kadang di gunung. Kadang di hutan. Tapi kini sudah tertolong oleh teknologi: drone. Sudah waktunya PLN membeli banyak drone berkamera infrared.

Jangan-jangan sekarang pun PLN sudah memilikinya hanya mungkin belum merata sampai Sumatera.

Putus kabel tidak seperti putus cinta: hanya dua yang menderita. Putusnya konduktor tegangan tinggi ibarat tekanan darah tinggi: merembet ke mana-mana. Meski yang putus konduktor antara Jambi-Riau yang menderita empat provinsi. Ini antara lain karena tidak imbangnya pasok listrik di Sumatera.

Sumber listrik terbesar di Sumatera adalah dari Sumsel. Anda sudah tahu kenapa: Sumsel kaya batu bara. Sebagian listrik untuk Sumatera Utara-Aceh-Riau dikirim dari Sumsel: lewat transmisi 275 kV. Transmisi ini ibarat jalan tol listrik.

Di zaman Orde Baru ''jalan tol'' ini dibangun antara Lampung-Sumbar-Sumut lewat sisi barat Sumatera. Zaman itu Sumatera sisi timur belum berkembang.

Belakangan, wilayah Riau-Jambi berkembang jauh lebih pesat dari sisi barat. Keperluan listriknya meningkat drastis. Maka di suatu masa yang Anda sudah bisa menduga diputuskanlah untuk membangun ''jalan tol listrik'' yang lebih besar di sisi timur Sumatera.

Kalau transmisi di sisi barat 275 kV, yang di sisi timur itu 500 kV --bisa mengangkut listrik hampir dua kali lipatnya.

Dengan demikian Sumatera punya dua ''jalan tol'': dua lajur di sisi barat, empat lajur di sisi timur. Dua-duanya sama: dari Lampung sampai Aceh --hanya saja sebagian belum jadi.

Dua "jalan tol" itulah yang harus dihubungkan di bagian tengahnya. Maka dari gardu induk Aur Duri (''tol barat'') dibangunlah transmisi 275 kV ke arah pantai timur, ke gardu induk Garuda Sakti (di jalur 'tol' timur). Agar lebih fleksibel. Bisa saling membantu bila terjadi kepadatan arus.

Di jalur itulah, di salah satu sambungan kabelnya, putus.

Akibatnya listrik dari Sumsel yang dikirim ke Sumut lewat Garuda Sakti terputus di Aur Duri. Selama ini perjalanan listrik dari Sumsel ke Aceh itu memang lewat Garuda Sakti - Aur Duri - Payakumbuh - terus ke utara sampai Sumut dan Aceh. Arus listrik itu dibelokkan dulu ke barat karena ''jalan tol'' sisi timur belum selesai dibangun sampai Sumut.

Akibatnya tiba-tiba pasok listrik ke Sumut turun drastis. Frekuensi pun berubah mendadak. Itu karena daya pembangkit listrik di utara tidak begitu besar. Tidak seimbang. Terjadilah perbedaan frekuensi. Akibatnya pembangkit-pembangkit di Sumut ''terbanting' 'oleh perbedaan frekuensi: jatuh. Mati. Maka mati listriknya pun total.

Di Jawa yang seperti ini tidak akan terjadi. Jumlah pembangkit listrik di ujung timur "jalan tol 500 kV" sudah seimbang dengan jumlah pembangkit listrik di ujung barat "jalan tol 500 kV" Jawa. Yang timur di Paiton, yang barat di Suralaya Banten.

Dalam keadaan kebanting seperti itu yang dilakukan PLN adalah cek dulu kondisi jaringan. Pembangkit tidak boleh dihidupkan sebelum jaringan dinyatakan aman. Itu perlu waktu sekitar dua jam. Setelah jaringan diketahui aman, barulah pembangkit dihidupkan.

Yang paling siap dihidupkan pertama adalah yang genset yang pakai minyak solar. Prosedurnya mudah. Tinggal tekan tombol keluar listrik. Tapi jumlah pelanggan yang bisa tidak banyak.

Lalu pembangkit listrik tenaga air Asahan 1, 2, 3. Juga pembangkit geotermal: Sarulla. Rasanya dalam tujuh jam mereka sudah bisa menyala. Tetap saja belum cukup. Lumayan. Sebagian pelanggan sudah bisa menyala.

Yang memakan waktu paling lama adalah PLTU batu bara. Untuk menghidupkan kembali harus tunggu boilernya dingin dulu. Lalu diadakan pengecekan: akibat mati mendadak Jumat lalu bisa menimbulkan komplikasi.

Setelah dinyatakan aman barulah boiler dipanasi. Untuk bisa kembali menghasilkan listrik perlu 36 jam. Hampir dua hari sejak kematiannya.

Padahal daya dari PLTU ini sangatlah besar. Itulah sebabnya sebagian besar baru kebagian listrik setelah dua hari. Ikan-ikan di akuarium pasti sudah mati. Daging kurban di kulkas busuk --kalau tidak segera disate. Ternak ayam, harusnya punya solar sel. Toh kebutuhannya tidak banyak. Yang belum punya haruslah segera punya.

Black out bisa terjadi di mana-mana. Kapan saja. Pun di Amerika. Listrik boleh pet. Yang penting harus cepat byar. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 29 Mei 2026: Randy Sunda

Liáng - βιολί ζήτα

selingan Alat musik sejenis Gamelan (Indonesia) juga ada di beberapa negara lainnya..... Ya..... serupa tapi tak sama. Masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri, dan cara memainkannya pun berbeda. Tetapi, "inti" dari Gamelan dan yang sejenisnya itu, biasa disebut : "Gong-chime Culture atau Budaya Gong-chime, bahasa Chinese-nya 锣鼓文化 (Luógǔ wénhuà)". Konon, Gong-chime Culture dapat ditelusuri ke Zaman Perunggu (Bronze Age). Dan..... para ahli meyakini, sebagai evolusi dari Timpani Perunggu budaya Dong Son kuno (Vietnam saat ini), yang menyebar ke wilayah Asia Tenggara lainnya, pada abad ke-3 hingga ke-2 SM. Bagi yang berminat, silakan ditelusuri saja.....

Johannes Kitono

Mangkok Merah. Bukan hanya sekali ini etnis Tionghoa di rasis di NKRI. Pasca G 30 S dengan alasan pembersihan unsur Komunis seperti PGRS / Paraku didaerah Kalbar. Padahal di era Ganyang Malaysia PGRS/ Paraku di latih TNI. Sekitar Oktober 1967, etnis Tionghoa di kampung diusir Dayak ke kota Kabupaten. Toko toko Tionghoa di Anjungan, Bengkayang dan Senakin di jarah dan dibakar.Kota Singkawang, Sanggau dan Pontianak penuh dengan Pengungsi yang disebut Nan Min. Dengan alasan etnis Tionghoa di kampung jadi Supplier logistik PGRS yang Komunis. Konon untuk mempercepat pembersihan ini. Menurut Mary Somers Heidhues, sejarahwan dunia. Kasus Mangkok Merah ini diprovokasi oleh TNI di era Soeharto yang Komunis Phobia. Kasus MM memakan korban 30 ribu mati etnis Tionghoa dan 100 ribu jadi pengungsi. Etnis Tionghoa kota Sanggau kompak dan menampung pengungsi. Mereka sepakat tidak merayakan Sin Cia untuk tunjukkan solidaritas. Etnis Madura di Menjalin yang dititipi sapi oleh tetangga Tionghoa juga di jarah. Dan disebut Cina Hitam.Now, ironis sekali toko toko Tionghoa yang bebas dibakar. Masih eksis di Anjungan dan Senakin.Jadi saksi sejarah bahwa pernah terjadi Tragedi Kemanusiaan disana. Menurut Letnan Hanafi ex Koramil . Ada belasan mayat dijejer di jalan raya. Ternyata alam semesta mendukung etnis Tionghoa Kalbar. Prayogo Pangestu alias Phang Jung Phen, orang terkaya Indonesia. Adalah ex pengungsi Mangkok Merah asal Sungai Gelong, Bengkayang. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Johannes Kitono

Bro Wilwa, kebetulan saya teman baik Tio Tong Tak, adik kandung Lo Liet alias Tio Lie Tak. Papa Lo Liet adalah founder Ban Sepeda Motor merk King Land di Tangerang. Thx, jk

Wilwa

@Johannes. Lo Lieh atau Mandarinnya Luo Lie 罗烈. Bisa dilihat history nya di wikipedia English berjudul “Lo Lieh”. Lahir di Pematang Siantar 29 Jun 1939 dan meninggal di Shen Zhen 2 Nov 2022. Hmmm. Lie 烈 ini memang mantap bila diucapkan dengan logat Selatan yang suka memberi akhiran huruf konsonan untuk nada turun / nada keempat dalam Mandarin/ logat Beijing. Sehingga Liè menjadi Liéh. :). Lie 烈 itu sendiri terdiri dari tiga simbol yaitu simbol 死 (<< 歹)alias “mati” / “die” di kiri atas + simbol 刀 ( << 刂) alias “pisau” / “knife” di kanan atas + simbol 火 (<< 灬) alias “api” / “fire” di bawah. Maknanya: orang yang rela mati 死 dengan semangat menyala/membara 火 untuk sebuah tujuan dan biasanya dengan jalan yang keras 刂bukan jalan yang lembut. Nampaknya Lo Lieh sesuai dengan nama panggungnya itu yang memang tujuannya adalah bekerja keras dan penuh semangat hingga tutup usia untuk menjadi aktor/sutradara film beladiri yang memang penuh dengan adegan perkelahian yang mengandalkan kekerasan secara fisik. .

Johannes Kitono

PP no.10 tahun 1959. Kita harus bangga dengan Randy cs. Duta seni NKRI yang berjasa populernya Tarian Jaipongan. Nanti akan disusul dengan tari Legog Bali. Dengan penarinya yang tubuhnya gemulai. Akibat PP 10 tahun 1959 oleh Presiden Soekarno sbb : Orang Asing / Tionghoa tidak boleh buka toko/ warung di kecamatan. Tidak boleh tinggal di Desa harus pindah kekota Kabupaten. Kehilangan kewarganegaraan karena stateless. Pemerintah China yang masih miskin kirim beberapa Kapal ke Medan dan Pontianak. Untuk menjemput mereka yang jadi WN China akibat sistem Ius Sanguinis yang dianut China.Biarpun ybs lahir di Indonesia. Banyak kasus ada yang sudah melepaskan status WNI tapi ketinggalan kapal je China. Statusnya jadi Stateless, tanpa kewarganegaraan. Bagi penggemar film Kungfu SB Hongkong. Lo Lieh adalah korban PP 10/59. Ayahnya Kepala Sekolah Tionghoa di Medan.Ketika tiba di China hidupnya sengsara. Lo Lieh alias Tio Lie Tak etnis Tew Chew. Dengan modal Kungfu lalu adu nasib di Hongkong jadi bintang film SB. Rekan mainnya Wang Yu dan David Chiang. Lo Liet sukses jadi bintang Film dan adiknya Tio Tong Tak yang buka Toko Besi di Pekalipan, Cirebon.Banyak sukses story etnis Tionghoa korban PP 10/1959. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Bahtiar HS

Salah satu yg saya suka mengikuti tulisan Abah di CHDI, apalagi terkait pelesiran ke negara lain spt T ini adalah adanya cerita2 yg kemudian memvalidasi pemahaman saya yg benar ataupun salah terhadap suatu negeri. Seperti T ini. Dulu sy memahami dari info yg sy terima, bahwa pemerintah T represif terhadap umat Islam di T. Misalnya apa yg terjadi di Xinjiang, thdp suku Uigur, suku Hui yg muslim. Tt kamp yg mengerikan itu. Tt masjid2 yg ditutup paksa. Dlsb. Nah membaca kisah perjalanan Abah, seperti ke Nanning ini dg aktivitas Idul Adha di masjidnya dan suasana Festival Gu Lebang-nya menyeimbangkan pemahaman saya sebelumnya tt T khususnya terhdp umat Islam. Sempat khawatir bbrp waktu lalu mau ditugaskan ke Sinjiang atau apa dekat pantai timur T, tp gak jadi. Ada yg menarik pas bulan lalu berkesempatan halan2 tipis2 ke Bangkok. Ada banyak resto halal dan prayer room (banyak pula yg leterlek disebut mushola) di tujuan2 wisata, hotel, dll. Sy tanya ke tour guide dari Bangkok, katanya mmg pemerintah Thailand mensupport itu krn banyak turis dari kalangan muslim datang ke negeri Gajah itu. Nah hal yg spt ini kan sangat bagus. Shg perjalanan halan2 jadi tambah nyaman dan lbh gembira. Apalagi niru Abah: dapat gratisan. :))

pak tani

Guilin mirip Raja Ampat ? Dilihat dari alamnya, keduanya mirip. Bukit2 hijau berjejer berdempet, unik dan indah. Guilin lewat sungai Raja Ampat lewat laut. Sedikit subjektif, Raja ampat menurut saya lebih indah. Namun, dari sisi infrastruktur Raja Ampat sangat tertinggal dari Guilin. Aksesnya jauh, susah, dan tentu mahal. Bencana? mungkin justru berkat. Karena sulitnya akses, eksploitasi tidak terjadi secara masif. Alam Raja Ampat terlindungi dari keserakahan yang tidak bertanggung jawab. Biarlah natural seperti apa adanya. Dan karena akses itulah, saya sudah pernah ke Guilin, tapi belum ke Raja Ampat :) Pemerintah T demikian fasih mengolah pariwisata. Guilin dikemas sedemikian rupa menarik wisatawan, disupport tapi tidak dirusak alamnya. Salah satu yang unik, ada pemancing tradisional yang menggunakan burung hidup sebagai alat pancing. Wajib di tonton di Guilin tentu pertunjukan 'liu san jie'. Karya sutradara terkenal Zhang Yimou. Pertunjukan live kolosal di 'bioskop' outdoor super luas dengan panggung alami bukit2 batu dan danau. Kurang lebih ada 600 pemain yang tampil. Oya, karena outdoor tentu itu panggung misbar, gerimis bubar. Beruntung malam itu tidak hujan, jadi bisa menonton 'liu san jie'. Pengalaman seumur hidup yang tak akan lupa. Sangat memanjakan mata, meskipun entah apa ceitanya :)

ikhwan guru sejarah

Cerita ini yang bener-bener bikin saya pengin ngruwes pemerintah kita. Konon kabarnya. Kalau ada pertandingan Bulu Tangkis lawan China, si pelatih Tong Sin Fu duduk di pinggir lapangan saja sudah bisa membuat gentar pemain lawan ..

Macca Madinah

Renungan tentang conflict of interest alias konflik kepentingan. Gimana ya kita mengharapkan yang di atas-atas itu beretika tinggi tidak ada konflik kepentingan, sebelum kita saja yg jelantah ini juga sami mawon. Ini contoh kecil saja. Sebagai infanteri, murka ketika melihat banyaknya ojek dengan santainya lewat trotoar ketika macet, bahkan suka melawan arah juga. Giliran dibonceng ojek melalui rute yang sama, yang muacret juga, kalau si ojek pakai trotoar, paling di hati saja bilang "oh" tapi ya tetap membiarkan si abang lanjut melahap trotoar. Hal sama juga ketika sedang berkendara lalu melihat ada ojek yang melawan arah, sengaja klakson yang panjang untuk protes. Tapi coba kita di boncengan ojek itu dan si pengemudi mencoba cari jalan terdekat, ya melengos saja hehehe. Begitu deh, konflik kepentingan itu ada di mana-mana, jadi kalau kita mau perbaiki negara-bangsa ini, pertama-tama harus diri sendiri dulu, banyak hal baik yang bisa kita mulai dari diri sendiri. Biarlah air laut asin sedunia, tapi ikan yang ditangkap tidak ikut asin.

Juve Zhang

Cerita Suhu Deng Xiaoping gak habis habis nya sampai wartawan asing bengong lihat baju Deng Xiaoping warna kancing nya beda....wkwkw....beliau memang sederhana jadi kancing pun beda warna mei you ban hua ....... artinya penampilan gak dipandang hebat....otak beliau yg brilian yg dipandang dunia .....semilyar rakyat bergantung pada sang Kapten Kapal....begitu haluan di putar 180 derajat maka gerak lah rakyat T seirama. Dengan kemauan Deng Xiaoping....kapal melaju cepat makin banyak layar dibentangkan ....kelak layar diganti mesin nuklir maka kapal T merajai dunia perkapalan lahirlah Cosco yg bangun berbagai pelabuhan di mancanegara....bukan Costco ini retailer raksasa Amerika....wkwk....

Leong Putu

29 Mei 2006 tepat 20 tahun yang lalu semburan lumpur lapindo dimulai. "Bencana" semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo berdampak pada 16 hingga 19 desa yang tersebar di 3 kecamatan, meliputi Kecamatan Porong, Jabon, dan Tanggulangin. Perbedaan jumlah desa yang tercatat (16 hingga 19) didasarkan pada perluasan area rendaman lumpur yang terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Peristiwa yang bermula pada 29 Mei 2006 ini secara keseluruhan menyebabkan sekitar 45.000 jiwa terdampak. Para warga terpaksa direlokasi atau memilih mengungsi ke berbagai wilayah lain karena kehilangan rumah dan mata pencaharian mereka. **berbagai sumber.

Adhi Bosco

Kata salendro (atau slendro) berasal dari Bahasa Jawa Kuna/Jawa, yang merujuk pada nama Wangsa Syailendra, yaitu dinasti penguasa Kerajaan Medang dan Sriwijaya pada masa lampau. Menurut beberapa teori sejarah musik, sistem skala lima nada (pentatonis) ini diduga dibawa oleh para biksu atau pendeta Buddha dari India (wilayah Gandhara dan Nalanda) menuju pusat Kerajaan Sriwijaya, yang kemudian berakar kuat di Jawa di bawah pemerintahan Wangsa Syailendra. Karena diadopsi dan disebarluaskan oleh istana Syailendra, masyarakat mengidentifikasi jenis tangga nada tersebut dengan nama dinasti sang raja

Sulaspin

Kesuksesan seseorang ditentukan PLN. Pinter Lobi Nasib. Pinter cerdas, lobinya luas, nasib baik, sukselah dia. Pinter, lobinya bagus, nasibnya kurang baik, gagallah dia. Nasibnya bagus, lobinya biasa-biasa aja, bisa meraih prestasi dan kesuksesan. Kendatipun kurang pintar. Standar-standar saja ( S3 ). Manusia berencana, berikhtiar dan berdoa, Tuhan yg memutuskan. Mencari ilmu mulai dari ayunan sampai liang lahat. Belajar ilmunya, sebelum mengamalkan. Biar meraih kesempurnaan dalam prakteknya. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri tiongkok.

Wilwa

@Juve. Mussolini, Hitler, Stalin, Mao, hingga Netanyahu, Trump di masa kini pada dasarnya adalah megalomania narsis yang pikirannya hanya sebatas membunuh lalu menjajah. Megalomania= orang yang mengalami gangguan pola pikir dengan narasi bahwa dirinya atau bangsanya atau rasnya yang terbesar, terhebat, terpandai, dan ter ter lainnya. Narsis = pola pikir yang mengagumi atau mencintai diri sendiri dengan narasi yang mirip megalomania bahwa dirinya yang ter “ini” atau ter “itu”. Seperti Trump yang mengaku dirinya paling pandai padahal catatan universitas tempat Trump kuliah menunjukkan bukti bahwa Trump rangking 3 tapi dari bawah bukan dari atas. :)

Tiga Pelita Berlian

Apesnya Mas Bowo ; 1. Transparan ke publik bahwa dia pake dana tunjangannya sbg presiden utk beli hewan Kurban & dibagikan ke pelosok negeri, eh kena bully. Padahal presiden sebelum nya ada jg yg pake skema spt itu. 2. Saat rakyat nya libur lebaran (+ cuti bersama) beliau masuk kerja (kunker ke LN), eh kena bully jg. Mulai dr masalah sholat Ied apa ngga, kok ke negara itu lagi dll. Hehe Apes tenan sampean Mas Wo, Seklangkong

Taufik Hidayat

Artikel abah juga membahas tentang orang Tionghoa yag pulang ke Tiongkok pada tahun 60 an karena PP10. Jadi inga thn 2023 pernah mampir ke Kampung Bali di Hainan. Ini adalah kampung orang Tionghoa yg dulu pulang kampung . Dinaskan Kampung Bali karena dijadikan tempat wisata. Disini kita bisa nonton pertunjukan tari dan baka ikut bernyanyi. Uniknya ketika masuk mau beli tiket , paspor saya dan istri serta beberpa peserta yang lansia diminta pemandu, sementara yang muda ga diminta . Mungkin dapat diskon atau gratis ? Saya gak tau karena kebanyakan tulisan di loket dalam Bhs mandarin . Beda dengan di Kolombia dan Chile ketika saya bisa masuk gratis ke museum atau dapat diskon jaya dengan modal bilang sudah tercera edad alias lansia. Tapi di jakarta saya belum bisa karena bukan ktp DKI he he .. hanya naik KAI ke Surabaya sudah salaf tiket diskon 20 persen waktu ngumpul ngumul perusuh Desember lalu.

Achmad Faisol

dulu saya sering mendengarkan acara musik klasik di sebuah radio, kalau ga salah delta fm pukul 10 malam... suatu hari dibahas tentang gamelan... ternyata, gamelan selevel dengan musik klasik... maka, wajarlah kalau gamelan mendunia... claude debussy, seorang komponis perancis, sangat terinspirasi gamelan seteah mendengarnya di universal exposition (pameran dunia) paris tahun 1889... menurut gemini-google, pesona gamelan memicu lahirnya gaya musik impresionisme, yang ditandai oleh karya piano ikoniknya, "pagodes" (1903) dari koleksi estampes...

Taufik Hidayat

Cerita ana kali ini tentang Nanning, guilin dan Guangxi mengingatkan saya tentang banyak kenangan lama tentang T. Saya pertama kali ke T tahun 1997. Tujuannya Guangzhou , Guilin Beijing dan Hangzhou terus kembali ke HKG. Cerita tentang Gulin adalah ketika naik pesawat China Southern dari CAN ke KWL (Guangzhou Guilin) di pesawat ngobrol sama orang Taiwan yang kebetulan bos dan kita kebetulan nginap di hotel yg sama yaitu Holiday Inn Gulin, jadi naik taksi bareng dan saya dan istri sangat beruntung selama beberapa hari ketemu bos ini . Yang saya ingat di Guilin adalah selain jalan tol yg sepi dari bandara. Juga stasiun kereta apinya masih kuno gas komunis banget dan namanya masih Kweilinz (mungkin belum sempat diganri jadi Guilin). Waktu itu saya bahkan gak tahu kalau Guilin di Daerah otonom Guangxi. Waktu itu masuk ke tempat wisata orang lokal dan asing dibedakan. Untung waktu masuk ke Reed Flite Cave bos Taiwan membelikan tiket sebagai orang lokal. Syaratnya saya jangan ngomong ketika lewat pemeriksaan tiket dan ternyata lolos . Waktu itu beli tiket tidak diminta KTP asal bisa ngomong aja? He he tidak seperti di Borobudur lebih tidak percaya kalau ada yang ngaku wni tapi tampang Cina pasti ditanya KTP kalau beli tiket lokal he he . Yg menarik istri aja pernah bisa beli dua tiket di Summer Palace walau dia sama sekali tidak bisa Bhs mandarin! yang lucu di salah satu museum, ada tempat yang dilarang foto, tapi pemandu wisata bilah boleh asal bayar 2 Yuan. He he .

Wilwa

@Taufik. Gui Lin 桂林 (dibaca: Kuéi Lin) artinya Cinnamon 桂 (Liitle) Forest 林. Lin 林 simbolnya dua batang pohon Mu 木 maknanya “pepohonan” atau “kumpulan pohon” atau “HUTAN KECIL” atau “perkebunan” atau “kebun”. Anyway, Lin 林 (atau Lim, logat Hokkien nya) juga menjadi nama marga yang termasuk Top Ten baik di Tiongkok maupun di Indonesia. Kalau 3 batang pohon 木alias Shen 㚞 barulah layak disebut “Hutan” atau “Rimba” atau “Forest” atau “Jungle”. Jadi Guilin 桂林 itu menurut saya pribadi, lebih tepat diterjemahkan sebagai Cinnamon 桂 Garden 林 atau Kebun 林 Kayu Manis 桂.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Wilwa.. PERISTIWA TAHUN 1960AN ITU.. Yang sering terlupa dari sejarah 1960-an itu adalah: Banyak orang Tionghoa yang sebenarnya sudah ada di Indonesia turun-temurun sejak ratusan tahun. Mereka bukan “pendatang baru”. Banyak yang bahkan lebih fasih bahasa Jawa, Sunda, atau Hokkian Medan daripada bahasa Mandarin. Di Surabaya, Semarang, Lasem, Singkawang, sampai Bangka, perkawinan budaya sudah berlangsung lama. 1) Lontong cap go meh lahir di dapur Indonesia. 2) Bukan di Beijing. 3) Bakmi Jawa juga tidak perlu visa. Karena itu, ketika politik memanas pada akhir 1950-an dan 1960-an, yang retak bukan sekadar hubungan diplomatik. Tapi juga hubungan antartetangga. Padahal yang paling sering saling pinjam garam justru rakyat kecil. Untung sejarah Indonesia juga penuh perbaikan. Gus Dur mencabut banyak pembatasan budaya Tionghoa..!! 1) Imlek kembali dirayakan terbuka. 2) Barongsai keluar dari “persembunyian”. 3) Dan ternyata republik tidak runtuh hanya karena orang main liong di mal. Kini tantangannya beda lagi. Jangan sampai media sosial lebih mudah memecah dibanding meja makan yang menyatukan. Sebab Indonesia ini unik. Yang debat di internet bisa saja besok duduk semeja makan bakso, lalu rebutan sambal yang sama.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

GUILIN, LUKISAN YANG KEBABLASAN JADI KOTA.. Guilin itu seperti gambar di kalender dinding tahun 1980-an. Gunung-gunungnya runcing. Sungainya tenang. Kabut tipis menggantung. Terlalu indah untuk ukuran kota industri modern Tiongkok. Wisata paling terkenal di sana adalah Sungai Li. Turis naik kapal dari Guilin ke Yangshuo. Di kiri-kanan, bukit karst berdiri seperti lukisan tinta Dinasti Ming. Ada pula Reed Flute Cave. Gua dengan stalaktit warna-warni. Orang Tiongkok pintar. Batu kapur pun bisa dijadikan panggung cahaya. Setiap tahun Guilin didatangi puluhan juta wisatawan domestik. Sebelum pandemi angkanya sekitar 100 juta perjalanan wisata lokal. Wisman sekitar 2 juta lebih per tahun. Kini mulai pulih lagi perlahan. Yang menarik, Guilin bukan sekadar tempat wisata. Kota itu seperti laboratorium diplomasi budaya. Mahasiswa asing banyak. Kampus seni hidup. Bahasa Mandarin bercampur logat ASEAN terdengar di kantin-kantin. Mungkin itu sebabnya Randy betah di Guangxi. Di Guilin, bahkan kabut pagi pun terasa seperti sedang bermain gamelan degung pelan-pelan.

djokoLodang

-o-- Peliket Canthel. ... Sepulang salat Iduladha pun saya mandi lagi. Sepagi itu badan sudah peliket oleh keringat yang tidak bisa menguap akibat humidity yang tinggi. ... *) Anda sudah tahu ketan? Canthel? Dua-duanya peliket. Nah, mana yang lebih peliket? Peliket ketan atau peliket canthel? ~ kecanthel neng ngendi? --0-

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

GAMELAN VS SOUND HOREG.. Saya langsung membayangkan wajah bingung mahasiswa Tiongkok saat pertama belajar gamelan Sunda. Mereka mungkin datang dengan disiplin konservatori. Serba presisi. Serba hitung-hitungan. Lalu ketemu alat musik yang namanya saja sudah bikin bingung: bonang, saron, kenong. Belum lagi laras pelog. Nadanya kadang terdengar seperti radio kurang sinyal. Tapi justru itu seninya. Randy hebat. Ia berhasil menjelaskan bahwa memukul gamelan tidak boleh sembarangan. Ada tekniknya. Ada rasanya. Tidak bisa asal keras seperti tetangga yang baru beli sound horeg lalu merasa dirinya promotor konser internasional. Yang lebih lucu, gamelan Sunda kini diajarkan serius di kampus seni Tiongkok. Bisa jadi beberapa tahun lagi muncul profesor bernama Zhang Wei dengan disertasi: “Pengaruh Degung terhadap Stabilitas Emosi Asia Tenggara”. Sementara di kampung kita sendiri, gamelan kadang kalah populer dengan remix “jedag-jedug” yang membuat ayam petelur gagal fokus. Dunia memang aneh. Kita menciptakan gamelan. Orang lain yang tekun merawatnya. Untung gong tidak bisa pindah kewarganegaraan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

RAMALAN CUACA, TERMASUK HUMIDITY, KECEPATAN DAN ARAH ANGIN.. Di Indonesia, mendengar ramalan cuaca itu santai saja. Besok hujan atau tidak. Cukup itu. Paling tambahan kecil: bawa jemuran masuk atau belum. Begitu tinggal di luar negeri, urusannya berubah serius. Ramalan cuaca harus dibaca lengkap. Suhu. Humidity. Kecepatan angin. Bahkan badai. Salah memahami satu angka saja, badan bisa protes seminggu. Saya pernah mengalami suhu minus 36 derajat di Edmonton, Kanada, bulan April. Secara teori itu musim semi. Secara praktik, telinga terasa seperti kerupuk beku. Di situ saya sadar: angka suhu saja tidak cukup. Angin menentukan penderitaan. Ada istilah wind chill. Minus 20 dengan angin kencang bisa terasa lebih kejam daripada minus 30 tanpa angin. Sebaliknya, suhu 36 derajat dengan humidity tinggi seperti di Nanning membuat badan lengket total. Keringat tidak menguap. Mandi pagi seperti hanya membilas nasib. Maka enaknya hidup di Indonesia sebenarnya luar biasa. Jarang perlu mikir badai salju atau tornado. Kita cukup bingung pada satu hal klasik: hujan turun lima menit setelah motor selesai dicuci.

Achmad Faisol

di dunia teknologi informasi, pada suatu masa ada bahasa pemrograman yang mendunia dan viral, yaitu bahasa pemrograman java... meskipun dikeluarkan oleh sun microsystems, tetapi istilah jawa juga ikut mendunia, misalnya: - apache jakarta project... - www.gamelan.com... - halaman awal buku pemrograman java adalah gambar candi... - sampul cd untuk instalasi java gambar batik sekarang java mulai redup... untung penerusnya juga masih "mengandung" jawa, yaitu bahasa pemrograman paiton -- probolinggo punya nih (aslinya: python)... wkwkwk

djokoLodang

-o-- ... Di hali laya Gu Ke Bang ini suhu udara di Nanning sangat panas. ... *) Orang Indonesia yang sedang berada di Tokyo menelpon temannya yang orang Jepang saat hari pemilihan walikota. + Moshi, moshi. Good morning. Could you please pick me up at 9:30 AM? - Oh, I'm sorry. I can't. + Why? - I have general erection this morning. + Oh, is that so? Is there a problem with your erection? - No, but today is special day. Not every day we have erection. + Whooa!! And you are only 25. - What? + I am 73, but I still have erection every morning! --0-

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Joko Lodang.. BAHASA INGGLIS MEMANG BELBAHAYA.. Olang Jepang itu sebenalnya pintal. Sangat disiplin. Sangat teknologis. Tapi begitu bicala bahasa Ingglis, dunia mendadak penuh lisiko diplomatik. Kata “election” bisa belubah jadi “erection”. Dan lawannya makin bahaya: olang Indonesia yang mendengal juga sama-sama pelcaya dili. Yang lucu sebenalnya bukan salah ucapnya. Tapi lespons spontan dua pihak. 1) Yang satu melasa sedang bicala pemilu. 2) Yang satu lagi malah kagum stamina kepelkasaannya. Meski udah lansia.. Saya membayangkan suasana telepon itu. Olang Jepang panik menjelaskan pemilihan walikota. Olang Indonesia sibuk membeli selamat atas “plestasi biologis” dan kepelkasaannya. Di situlah pentingnya pelafalan. Satu huluf bisa mengubah demoklasi menjadi andlologi. Mungkin itu sebabnya bahasa Ingglis disebut bahasa intelnasional. Semua bangsa bisa salah paham secala global. Dan untung pelcakapannya lewat telepon. Coba tatap muka. Bisa-bisa si tamu malah datang membawal madu, telur lebus, dan vitamin lelaki dewasa. Begitulah dunia mode ln. Teknologi komunikasi makin canggih. Salah dengalnya tetap tladisional.

bitrik sulaiman

Yang hebat Olang Indonesia. Semua lafal bisa.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Bitrix.. OPERATOR TELEPON YANG SUARANYA BISA KELILING INDONESIA.. Dulu saya punya teman operator telepon. Orang Sunda. Pendiam sekali. Kalau di kantor, lebih banyak diam daripada bicara. Tapi begitu duduk di depan sambungan telepon antarkota, ia seperti berubah profesi. Bukan lagi operator. Melainkan aktor radio. Suaranya bening. Bulat. Hangat. Enak didengar. Yang lebih hebat, logatnya ikut berubah. Bicara dengan operator Padang, logatnya langsung Minang. Dengan Makassar, mendadak jadi anak Pantai Losari. Sampai-sampai lawan bicara mengira ia orang daerah sana. Dia bisa begitu dengan operator dari Sabang sampai Merauke. Indonesia rupanya dulu tidak hanya disambung kabel telepon. Tapi juga disambung telinga yang peka dan lidah yang lentur. Puncaknya terjadi saat pelatihan. Ia duduk di samping saya. Wajah serius. Mulut rapat. Tiba-tiba terdengar dengkur keras. Semua panik mencari sumbernya. Tidak ada yang tidur. Saya melirik teman sebelah. Tetap tegak. Tetap serius. Begitu suara dengkur berhenti, ia tersenyum kecil. Ternyata suara itu keluar dari perutnya sendiri. Saya baru sadar. Ada manusia yang tidak hanya pandai bicara. Tapi juga bisa “menipu” telinga dengan sopan..

Kategori :

Terkait

Sabtu 30-05-2026,04:04 WIB

Pet Byar

Jumat 29-05-2026,04:00 WIB

Randy Sunda

Kamis 28-05-2026,03:59 WIB

Gu Lebang

Rabu 27-05-2026,04:17 WIB

Gubug Dea