Pastikan HP-mu support eSIM (cek EID di pengaturan atau dial *#06#).
Pastikan HP tidak dalam kondisi SIM-locked dari paket operator.
Pilih paket eSIM sesuai destinasi dan durasi perjalanan. Perhatikan tiga hal: jaringan operator mitra di negara tujuan, kecepatan setelah kuota habis, dan apakah masa berlaku dihitung dari pembelian atau dari pemakaian pertama.
Beli paket dan terima kode QR via email.
Scan kode QR dari rumah lewat pengaturan HP, minimal 1–2 hari sebelum berangkat.
Di pengaturan Dual SIM, atur data seluler ke profil eSIM baru, panggilan dan SMS tetap di kartu SIM Indonesia.
Uji koneksi sebelum berangkat: matikan Wi-Fi dan cek apakah data berjalan lewat eSIM.
Simpan email konfirmasi dengan kode QR. Jika ada masalah saat aktivasi, ini yang akan diminta oleh layanan dukungan.
Jangan aktivasi di bandara. Wi-Fi bandara sering lambat dan tidak stabil, dan tekanan waktu check-in membuat proses lebih rentan error.
Kalau kode QR hilang atau tidak mau di-scan, jangan panik. Hubungi layanan dukungan penyedia eSIM-mu untuk meminta kode baru. Sebagian besar penyedia bisa mengirim kode pengganti dalam hitungan menit, selama kamu masih bisa mengakses email atau akun pembelian.
Kesimpulan: pilihan yang tepat untuk setiap situasi
Untuk sebagian besar wisatawan Indonesia yang pergi ke destinasi Asia Timur, Asia Tenggara, atau Australia dengan kebutuhan 3–8 GB dalam 7–14 hari, eSIM adalah titik tengah terbaik antara harga dan kenyamanan.
Roaming masuk akal hanya untuk perjalanan sangat singkat atau situasi darurat. Kartu SIM lokal unggul untuk perjalanan panjang di satu negara atau jika butuh nomor lokal setempat.
Satu hal yang berlaku di semua skenario: hitung kebutuhan datamu lebih dulu. Angka realistis berbeda jauh dari estimasi "aku tidak terlalu banyak pakai internet" yang ternyata habis di hari ketiga.
Tiga pertanyaan yang membantu memilih:
Berapa hari perjalananmu dan berapa GB yang kamu butuhkan? (Hitung pakai estimasi di atas)