Ramai Dibahas, Apa Itu Gelembung AI yang Dikhawatirkan Dunia?

Selasa 09-06-2026,03:01 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Menurut Sechin, dunia kini memasuki fase pertumbuhan struktural dalam konsumsi listrik.

Pusat data saat ini telah mengonsumsi sekitar 500 TWh listrik per tahun, dan pada 2035 angka tersebut dapat meningkat menjadi 1.200 TWh, atau setara dengan tingkat konsumsi listrik Rusia saat ini.

Di Indonesia, keterkaitan antara digitalisasi dan kebutuhan listrik juga mulai semakin terlihat.

RUPTL PLN 2025–2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW, dengan komposisi 42,6 GW energi baru terbarukan, 10,3 GW sistem penyimpanan energi, dan 16,6 GW pembangkit berbasis fosil.

BACA JUGA:PLN Perluas Penggunaan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan

Rencana ini menunjukkan bahwa peningkatan permintaan listrik, termasuk dari sektor industri dan infrastruktur digital, perlu diimbangi dengan investasi energi yang memadai, modernisasi jaringan, serta perencanaan transisi energi yang tetap memperhatikan keamanan pasokan.

Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan bukan hanya talenta, regulasi, dan infrastruktur konektivitas, tetapi juga sistem energi yang cukup kuat untuk menopang peningkatan konsumsi listrik dari teknologi-teknologi baru.

 

Kategori :