Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino

Kamis 18-06-2026,14:15 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman.

Dengan kondisi tersebut, stok pangan nasional dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi diperparah oleh fenomena El Nino.

"Jadi, dampak El Nino, insyaallah itu bisa kita mitigasi risikonya," jelas Amran usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (18/6).

BACA JUGA:Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Karawang Kawal Pertumbuhan Jagung Hibrida

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa optimisme tersebut tercermin dari kondisi neraca komoditas pangan strategis per Juni, terutama beras.

Menurut Amran, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5,2 juta ton yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Sementara itu, cadangan beras di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) dan rumah tangga diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton.

Bahkan menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat Indonesia memiliki tanaman padi yang sedang tumbuh (standing crop) dengan potensi produksi sekitar 10 hingga 11 juta ton.

"Artinya, dengan ketiga cadangan ini, itu bisa (memenuhi kebutuhan) 10 hingga 11 bulan ke depan," imbuh dia.

BACA JUGA:BULOG Perkuat Dukungan untuk Petani dan Nelayan, Dirut Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan

Selain beras, komoditas pangan lainnya juga tercatat memiliki pasokan yang memadai dan bahkan mengalami surplus.

Amran mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan 11 komoditas pangan yang perlu dijaga pasokannya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Dari jumlah tersebut, delapan komoditas telah mencapai status swasembada.

Hal ini sejalan dengan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga Agustus 2026 yang diolah oleh Badan Pangan Nasional. Data tersebut menunjukkan bahwa delapan komoditas pangan strategis mencatat surplus, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Lima di antaranya, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, dan jagung, telah berstatus swasembada. Sementara itu, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah tidak hanya telah mencapai swasembada, tetapi juga telah diekspor.

BACA JUGA:DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual

"Jadi itu kesimpulannya supaya dipahami apa itu swasembada," imbuh dia.

Kategori :