JAKARTA, DISWAY.ID – Penulis opini yang menyudutkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di media siber berinisial JSM ternyata menggunakan nama samaran.
Hal itu terungkap dalam forum klarifikasi Dewan Pers terkait pengaduan Gus Ipul atas dua opini yang dimuat JSM.
Dalam forum tersebut, pihak Teradu akhirnya menyatakan bahwa penulis opini yang sebelumnya menggunakan nama samaran “Istiqomah” adalah ASH.
Opini tersebut menjadi salah satu objek aduan Gus Ipul ke Dewan Pers.
BACA JUGA:Gus Ipul Tegaskan Taruna Akmil Bukan Latih Militer Siswa Sekolah Rakyat
Dalam Risalah Penyelesaian Nomor 12/Risalah-DP/VII/2026 yang ditandatangani pada 2 Juli 2026, Dewan Pers menilai kedua opini yang diadukan memuat pendapat yang menyudutkan Pengadu.
Bahkan, terhadap opini berjudul “Gus Ipul Si Biang Kerok”, Dewan Pers menyatakan terdapat narasi yang merendahkan martabat Pengadu.
Temuan mengenai penggunaan nama samaran ini menjadi bagian penting dalam proses klarifikasi. Sebab, sejak awal tulisan tersebut tidak menggunakan nama asli penulis.
BACA JUGA:Gus Ipul Dukung Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan Nasional, Usulan Resmi Masih Diproses
Namun dalam forum Dewan Pers, Teradu menyampaikan bahwa penulis yang memakai nama “Istiqomah” adalah ASH.
Dalam forum klarifikasi itu, pihak Teradu juga menyampaikan bahwa tanggung jawab isi materi opini berada pada penulis opini bersangkutan.
Adapun terkait penempatan salah satu opini pada rubrik berita, Teradu mengakui hal tersebut sebagai kekhilafan dan menyampaikan permohonan maaf.
BACA JUGA:Gus Ipul Cek Lokasi Penutupan Konbes NU yang akan Dihadiri Presiden di Bangkalan
Dewan Pers kemudian mewajibkan Teradu melakukan sejumlah tindakan korektif. Di antaranya memperbaiki diksi yang menyerang personal, memindahkan salah satu tulisan dari rubrik berita ke rubrik opini, memuat opini bantahan dari Pengadu, serta menautkan opini bantahan tersebut pada artikel yang diadukan.
Teradu juga diwajibkan mencantumkan catatan pada artikel bahwa Dewan Pers telah menilai opini tersebut mengandung pendapat yang menyudutkan Pengadu.