Transaksi Digital Terbukti Lebih Aman daripada Uang Tunai di Luar Negeri, Ini Alasannya

Jumat 10-07-2026,07:26 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Transaksi valuta asing (valas) masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren meningkat seiring semakin tingginya kebutuhan perjalanan ke luar negeri, pendidikan internasional, remitansi, hingga belanja di platform global.

Data industri perbankan menunjukkan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas tumbuh 18,1 persen secara year-to-date (YTD) dan 18,7 persen secara year-on-year (YoY) per Mei 2026.

Sementara itu, tabungan valas meningkat 29,9 persen YoY dan transaksi luar negeri menggunakan kartu debit naik 37 persen YoY per Maret 2026.

Di balik tren tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak hanya mempertimbangkan nilai tukar atau kurs saat bertransaksi dalam mata uang asing. Aspek keamanan hingga total biaya transaksi juga perlu menjadi perhatian.

BACA JUGA:Transaksi Digital Indonesia Melonjak, Visa Ungkap Tantangan Baru di Era Pembayaran Real-Time

Liabilities Banking Services Head Danamon, Steven Dhalimarta, mengatakan masih banyak masyarakat yang beranggapan membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bepergian ke luar negeri lebih aman dibandingkan menggunakan transaksi digital.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Transaksi digital justru memberikan tingkat keamanan yang lebih baik karena berada dalam pengawasan regulator. Selain itu, pengguna juga terhindar dari risiko kehilangan, pencurian, maupun penurunan nilai akibat kondisi uang fisik yang rusak atau lusuh," ujar Steven dalam Danamon Journalist Class 2026 di Jakarta.

BACA JUGA:Qlola by BRI Tembus Rp2.141 Triliun hingga Februari 2026, Transaksi Digital Korporasi Makin Kuat di 2026

Steven menjelaskan, kesalahan lain yang masih sering dilakukan masyarakat adalah hanya membandingkan kurs ketika memilih layanan valas.

Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan nasabah sebenarnya terdiri dari berbagai komponen.

"Jangan hanya melihat kurs. Yang perlu dihitung adalah total biaya transaksi atau total cost of transaction, yang mencakup kurs, spread, biaya administrasi rekening, hingga biaya transaksi lainnya seperti tarik tunai ATM atau biaya penutupan rekening," katanya.

Karena itu, masyarakat disarankan lebih cermat sebelum membuka rekening valas atau menggunakan layanan transaksi luar negeri.

BACA JUGA:BSI Buka 8 Posko Mudik di Jalur Jawa–Sumatra, Sediakan Layanan Kesehatan dan Transaksi Digital

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain memilih layanan dengan selisih kurs (spread) yang kompetitif, memastikan tidak ada biaya tersembunyi, mengecek kemudahan transaksi melalui aplikasi digital, memperhatikan fitur kartu debit untuk transaksi lintas negara, serta memanfaatkan promo yang tersedia bila sesuai kebutuhan.

Kategori :