Ternyata ada jam yang lebih mahal dari jam meerk Richard Mille: Jampidsus.
Anda sudah tahu harganya. Anda juga sudah tahu itulah guyonan warganet atas pengunduran diri jaksa agung muda tindak pidana khusus Sabtu kemarin: Febrie Ardiansyah.
Beberapa jam sebelum mundur, Febrie masih mencoba bertahan. Ia masih berani melakukan konferensi pers dua arah: bertahan sekaligus melawan.
Ia mencoba memainkan opini: penggerebekan kafe dan rumahnya oleh polisi itu sebagai serangan balik atas pengungkapan korupsi di proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.
Febrie ingin mengesankan bahwa Polri sedang melawan Kejagung. Febrie juga ingin mengesankan Kejagung tidak takut. Pengungkapan korupsi MBG akan diteruskan. Calon tersangkanya bahkan naik dari 41 ke 47. Febrie juga menggunakan strategi mencantolkan diri ke cantolan yang lebih tinggi: presiden. Semua yang ia lakukan itu demi menyukseskan program utama Presiden Prabowo.
Soal ditemukannya uang Rp60 miliar di kafe de'Clan dan Rp476 miliar di rumahnya di Sentul, ia mencoba pakai strategi bertahan. Katanya: Itu bukan uangnya. Uang itu ada yang punya. Kafe itu bukan kafenya. Ada yang punya.
Tidak lama setelah konferensi pers Jampidsus itu, Polri juga mengadakan kegiatan serupa. Telak. Polri menampilkan tumpukan uang yang banyak sekali, termasuk uang dolar. Juga mempertontonkan emas batangan sebanyak 74 kg –dua kilogram lebih banyak dari emas yang ada di puncak tugu Monas Jakarta.
Setelah dua konferensi pers itu wartawan hanya bisa mengintip dan menguping berseliwerannya sinyal-sinyal rahasia tingkat paling tinggi. Itulah Jumat malam yang sangat menegangkan. Sampai larut malam. Kontak-kontak paling rahasia bertalu antara Istana, Mabes TNI, Kemenhan, Kejagung, Mabes Polri. Puncaknya, di tengah malam yang sunyi, mungkin sudah masuk waktu hari Sabtu dini hari sebuah surat ditandatangani. Lalu dikirimkan ke Jaksa Agung. Isinya: surat pengunduran diri Febrie Ardiansyah sebagai jampidsus.
Dengan cara itu maka tidak ada lagi kesan Polri berhadapan dengan Kejaksaan Agung. Yang ada adalah Polri menangani perkara pribadi warga negara bernama Febrie Ardiansyah. Apakah ada nego di balik itu perlu menunggu adanya tembok-tembok bertelinga yang mau bicara.
Polri sudah dua kali ini menyeret pimpinan puncak lembaga tinggi negara yang bertugas di bidang pemberantasan korupsi. Dulunya dua puncak ini seperti tidak mungkin bisa disentuh. Tapi polisi berani menersangkakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Kini akan mengungkap keterlibatan seorang jaksa agung muda bidang pemberantasan korupsi.
Febrie begitu gigih dalam menangani kasus korupsi di PT Timah. Sampai –saat diumumkan– mencapai nilai Rp900 miliar. Juga begitu gigih menangani perkara Pertamina –saat diumumkan sebagai kasus bensin oplosan. Pun di soal penyitaan kebun-kebun sawit yang dianggap menyalahi ketentuan perizinan.
Waktu itu sampai ada desas-desus Febrie sedang cari poin untuk bisa menggantikan Burhanuddin sebagai jaksa agung.
Mungkin saja Febrie benar: bahwa uang sebanyak itu bukanlah uangnya. Setidaknya tidak seluruhnya. Itu ada yang punya. Bisa saja yang punya tidak hanya satu-dua orang. Jangan-jangan mirip dengan yang terjadi tahun lalu. Yakni ketika ditemukan uang senilai lebih Rp 1 triliun di satu kamar rumah seorang petinggi penegak hukum. Di Bogor. Ternyata itu uang milik 12 orang yang dititipkan di situ.
Berarti memang banyak sekali uang yang disimpan dengan cara seperti itu. Aneh. Bisa ketahuan –yang kebetulan ketahuan.
Para pejabat kelihatannya memang mengalami kesulitan mencari cara menyimpan uang. Saking banyaknya. Saking gelap asal-usulnya.
Mau ditaruh di bawah bantal takut leher istrinya patah –saking tingginya. Dititipkan ke orang takut dihabiskan orang itu. Mau ditaruh di luar negeri harus pakai nama orang lain –bisa hilang juga. Apalagi kalau orang yang dipakai namanya itu meninggal dunia.
Banyak yang lantas menggunakannya untuk membeli rumah dan tanah. Kadang rumahnya sampai terlalu banyak sampai lupa melaporkan sebagai rumahnya. Misalnya rumah yang digerebek itu. Febrie pernah mengakui sebagai rumahnya. Tapi KPK mengumumkan rumah tersebut tidak ada dalam daftar kekayaan Febrie yang dilaporkan ke KPK.
Bingung. Saking banyaknya uang. Sampai bingung.
Rupanya kebingungan itulah yang menginspirasi pemilik ide patriot bond atau bond Merah Putih. Uang seperti itu lebih baik dibelikan Patriot Bond milik negara. Agar uang itu bisa diputar untuk pembangunan ekonomi rakyat.
Mereka harus rela hanya diberi bunga 1,5 persen atau dua persen. Yang penting uangnya aman. Asal-usulnya dirahasiakan. Tidak akan diperkarakan sebagai hasil korupsi.
Dalam ide pengampunan korupsi yang saya usulkan 25 tahun lalu tidak seperti itu. Saya tidak ahli rekayasa keuangan sehingga tidak terpikir bentuk bond. Yang saya pikir: uang hasil korupsi itu disita 50 persennya untuk negara. Setelah itu semua orang dianggap bersih. Lalu, siapa yang korupsi dihukum berat.
Yang memberantas korupsi pun tidak takut lagi kena sandera. Tidak ada lagi kasus saling jaga rahasia.
Ide pengampunan korupsi itu gagal. Ide patriot bond kelihatannya juga gagal. Saling sandera akan terus terjadi. Uang di bawah bantal hanya pindah ke rumah persembunyian dengan aman –kecuali hanya satu dua saja yang bernasib jelek: ketahuan.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 11 Juli 2026: Perang Bintang
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TIPPING POINT
BUKAN SEKADAR KERIBUTAN..
Dalam teori sistem, tipping point adalah titik ketika akumulasi tekanan melahirkan perubahan yang tak lagi bisa dibendung.
Pak Dahlan mengajukan pertanyaan yang menarik: apakah Indonesia sudah sampai di sana dalam pemberantasan korupsi?
Jawabannya belum tentu.
Konflik antarlembaga bukan otomatis tanda lahirnya perbaikan. Bisa menjadi awal reformasi. Bisa pula hanya perebutan pengaruh. Pembeda keduanya sederhana: apakah proses hukum berjalan transparan, konsisten, dan berujung pada putusan yang adil.
Pengalaman Hong Kong menunjukkan bahwa perubahan bukan dimulai oleh kegaduhan, melainkan oleh keberanian membangun institusi yang dipercaya publik. Itulah variabel utamanya.
Karena itu, perang yang sesungguhnya bukan perang bintang. Melainkan perang melawan impunitas. Jika setiap fakta diuji, setiap bukti dibuka, dan setiap pelaku diperlakukan sama di depan hukum, barulah kita boleh mengatakan Indonesia telah melewati tipping point. Sebelum itu, semua masih sebatas hipotesis yang menunggu pembuktian.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SAATNYA MEMPERKUAT SISTEM,
BUKAN SOSOK..
Setiap negara yang berhasil menekan korupsi memiliki pola yang sama. Mereka tidak bergantung pada figur, melainkan pada sistem.
Figur berganti. Institusi tetap bekerja. Aturan tetap berjalan. Pengawasan tetap hidup.
Karena itu, solusi tidak berhenti pada mengungkap siapa benar dan siapa salah dalam perkara ini.
Yang lebih penting adalah membangun mekanisme agar konflik antarlembaga tidak berubah menjadi konflik kepentingan.
Proses penyidikan harus transparan. Pengawasan harus independen. Semua alat bukti harus dapat diuji di pengadilan secara terbuka.
Kepercayaan publik lahir bukan dari pidato, melainkan dari konsistensi.
Sekali hukum terlihat tebang pilih, biaya sosialnya jauh lebih mahal daripada nilai uang yang disita.
Kasus ini semestinya menjadi momentum evaluasi tata kelola penegakan hukum.
Sebab tujuan akhirnya bukan memenangkan satu institusi atas institusi lain, melainkan memastikan tidak ada seorang pun yang lebih tinggi daripada hukum itu sendiri.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
FAKTA PENEGAKAN HUKUM DI NEGERI INI:
Penegak hukum MAKIN GARANG itu bukan berarti makin baik jujur. Tapi makin mahal.
Dulu semua pidana itu diusut polisi. Lalu untuk korupsi ada yang lebih garang yaitu KPK. Lalu ada yang lebih garang lagi yaitu Kejaksaan.
Makin garang, tetap bisa "diatur". Biayanya aja yang lebih mahal.
Makin garang penegak hukum, makin mahal uang damainya.
Sekarang akhirnya kita tahu, semakin garang penegak hukum, makin gila-gilaan harta mereka.
Edi Sampana
Sedih ya membaca alinea terakhir tulisan Abah hari ini. Mudahan korupsi oleh penegak hukum segera berakhir, Krn tdk ada lagi saling melindungi.
Soal listrik byar pet di Kalimantan Selatan, kemarin PLN menyatakan byar pet akan berakhir pd akhir Sep. Ada tokoh di kal sel yg bicara bahwa byar pet di Kalimantan Selatan disengaja PLN. Sbg bahan negosiasi dgn pemerintah, agar pemerintah .......
.. kpd PLN. Kebijakan pemerintah pd PLN akan berubah pd akhir September (sesudah diketok APBN perubahan) ?
Bagaimana pendapat Abah ?
Sugi
Tapi masalahnya Bah, KPK sudah lahir sebelum moment typing point korupsi? Apakah itu berarti akan ada perubahan terhadap KPK setelah ini Bah? Yang dianggap gagal mungkin atau malah sebaliknya dianggap sukses? Semoga uang korupsi segera kembali ke negara. Pelaku dihukum seberat2nya. Penegak hukum kembali profesional. Penonton bisa disuguhi drama selainnya.
riansyah harun
Kalau di pertarungan tinju, penonton ada yang gembira dan ada yang sedih. Tapi puas menontonnya. Apalagi yang ber tarung para petinju kelas dunia. Tapi kalau yang ber tarung antara yang satu dengan yang lainnya dan sama sama saling membongkar keburukannya di bidang perkorupsian, entah siapa yang senang dan siapa yang sedih...???
Kujang Amburadul
Mamdani bilang :"Mesir telah dirampok."
Scooby-Doo juga bilang :"Konoha habis dirampok."
Mesir dirampok karena penjaganya tak mau lihat VAR, padahal itu kemungkinan bisa menggagalkan perampokan.
Konoha habis2an dirampok, ini karena selain penjaganya gak mau lihat CCTV, yang katanya rusak dan bertahun-tahun tak berfungsi, ternyata perampoknya adalah si penjaga itu sendiri.
Lalu, apa kita harus bilang "wow" gitu?
Maaf hari ini tampaknya Abah udah gak berselera untuk menulis, topiknya bikin enek kepingin muntah.
Memang nampaknya Konoha harus mengadakan revolusi.
Revolusi Mental yg ternyata dulu cuma omon-omon si YNTKTS.
riansyah harun
Dulu ada seseorang yang sempat menjadi sesuatu, dan ingin menjadi Orang nomor 1 di salah satu negeri besar. Mungkin karena Allah masih menjaganya, sehingga beliau kalah di seleksi awal. Banyak yang mengharapkan beliau itu menjadi Presiden. Biar negeri itu bersih dari korupsi. Gajinya saja saat itu tidak pernah diambilnya. Apalagi untuk mengambil yang bukan haknya. Sayang beliau hanya menjadi Presiden di sebuah kesebelasan sepak bola. Dan pekerjaannya saat ini ????? Keliling dunia. Itulah cara Allah menjaganya. Perusuh pasti sudah tau, siapa yang saya maksudkan.
Lagarenze 1301
Entah di mana saya baca kalimat ini.
Kalau kamu berkuasa, kamu buat aturan.
Kalau kamu kaya, kamu ubah aturan.
Kalau kamu miskin, aturan dibuat untukmu.
Melihat perang bintang antar-galaksi yang terjadi sekarang, perang sesama orang berkuasa dan tentu saja sama-sama kaya, saya cuma bisa mengurut dada. Sak karepmu.
Mujiburohman Abas
Tipping point perkorupsian, yang dapat diatasi dengan pengampunan umum, dicapai jika seluruh tingkatan masyarakat menyadari bahwa mereka semua korup. Tobat massal, memulai hidup baru, dengan semangat dan sistem baru. Kapan itu terjadi? Tidak akan terjadi selama sebagian besar masyarakat yang sudah terkorupsi (corrupted) tidak merasa dirinya korup. Perilaku korup tapi tidak merasa korup adalah penyakit kronis yang perlu diobati dengan penyadaran dari pihak luar. Siapa pihak luarnya?
Ahmed Nurjubaedi
Jadi ingat dengan The Tipping Point dari Malcolm Gladwell. Yang merangsang kisah bagaimana sebuah perubahan/ gerakan besar terjadi karena dipicu perubahan/ gerakan kecil.
Awal 90an, kejahatan kota NY yang barusan jadi tujuan jalan-jalan Abah DI, menurun drastis angka kejahatannya bukan karena pengerahan polisi besar-besaran. Tapi karena kejahatan2 kecil, seperti corat-coret tembok atau tidak bayar kereta bawah tanah, ditindak tegas. Ternyata para pelaku tindak kejahatan kecil itu sering kali terkait dengan tindak kejahatan besar: pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dll. Ibarat menepuk lalat, yang tertangkap adalah serigala.
Dalam konteks yang lain, sebuah sekolah besar yg kotor, nir disiplin, dan didominasi guru, karyawan sekolah, dan siswa malas, dan orang tua abai, berubah drastis setelah seorang kepala sekolah perempuan yang baru ditunjuk melakukan perubahan besar dengan cara ngosek sendiri kamar mandi yang kotor dan bau. Sampai kisahnya diangkat oleh Stephen Covey peramu the 7 habbits. Covey menyebut kisah itu sebagai trim tab: untuk membelokkan perahu raksasa, hanya dibutuhkan alat kecil di pojok bawah bagian belakangan di luar kapal.
Tentu saja saya tidak tahu, trim tab kapal raksasa bernama Indonesia tercinta ini. Teman-teman perusuh barangkali punya dugaan2. Dan yang paling penting, presiden Indonesia harus terus mencoba menemukannya. Agar perahu raksasa Indonesia tidak menabrak karang, dan…
Taufik Hidayat
Waduh. Judulnya Perang Bintang alias Star War yang mengingatkan saya akan film sains fiction yg top dulu, tapi isinya koq tentang korupsi yang sudah meratilela di negative ini. KPK Kepilisian dan Kejaksaan seakan menjadi bintang dalam mengaasi korupsi jadi bingung pembaca ! Yang bikin saya miris adalah saya pernah mengampu mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi beberapa tahun lalu. Sekarang saya tidak tahu apakah matakuliah itu masih ada karena kurikulum ganti terus.
Tentu saja ada cerita tentang sejarah KPK yang dimulai sejak era Megawati dan meang intinyaibgib seperti HKG dengan ICAC atau Independent Comission agains Corruption itu. JUga ada badan serupa di Singapura yg namanya CPIB. Tapi ada KÖK atau gak ada korupsi terapi marak di Konoha .. tapi kitagak bisa apa apa kayanya. Yah sudah tibat Nashua aka. Jadi ingat karate man saya puluhan tahun lalu, untuk meberantas korupsi yang sudah mendarah daring, kita semuaharus mati dulu, sehingga habis dan Baru kemudian diganti generasi baru. ! Waduh kiamat dulu dong!
Bahtiar HS
Tiba2 saja Abah DI sudah di Vladivostok? Pasti bukan tanpa rencana beliau ke situ.
Saya cari tahu, saat ini (Juli 2026), Vladivostok sedang merayakan berbagai festival musim panas luar ruangan, acara kebudayaan, serta persiapan latihan militer internasional. Bbrp acara yg menarik: Festival Selancar Vladivostok (Surfing Festival), Fisherman's Day (Hari Nelayan), Lomba Dayung Perahu Naga (Dragon Boat Races). Itu terkait dengan festival di area pantai.
Atau Far Eastern International Festival "Mariinsky": Festival teater klasik berskala besar. Pentas opera. Kayaknya Abah kurang suka. Beliau lbh suka senam dansa.
Atau lihat Latihan Bersama ORRUDA 2026. Latihan militer operasi taktis bersama antara AL Rusia dan TNI AL.
Tapi ada satu festival yg menarik dan pasti Bli Leong Putu setuju dengan saya. Kemungkinan Abah akan hadir di sini. Atau malah jadi peserta. Apa itu? Festival Pernikahan Masal (Wedding Festival): Diselenggarakan di pusat kota, menampilkan parade romantis di mana pasangan-pasangan pengantin mendaftarkan pernikahan mereka secara bersamaan dengan perayaan tarian jalanan. Mungkin ada salah satu none Rusia 5i yg beruntung dpt laki2 parlente yg suka keliling dunia. Wkwkw
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TERNYATA PAK DAHLAN UDAH DI RUSIA:
NGAPAIN YA DI SANA..?
Pak Dahlan memang sulit ditebak. Beliau jarang bepergian untuk mengoleksi foto. Yang dikumpulkan justru cerita.
Maka ketika tahu beliau sudah di Vladivostok, Rusia Timur, saya malah membayangkan beliau sedang "berburu" bahan tulisan baru.
1) Bisa jadi beliau ingin mencoba Trans-Siberia.
Langsung ke Moskow.
Lanjut ke St Petersburg mewawancarai bu Connie.
Tapi ini kalau tetap pakai Trans Siberia perlu 7 hari.
Kalau ganti pesawat perlu 8-9 jam.
Lanjut ke Ukraina.
2) Bisa juga sedang mengamati pelabuhan, logistik, dan denyut ekonomi Rusia Timur.
3) Atau sengaja merasakan langsung bagaimana hidup di negara yang sedang dibelit sanksi.
Semua itu lebih sesuai dengan kebiasaan beliau daripada berburu tempat wisata.
Tebakan saya justru sedikit lebih jauh. Jangan-jangan beliau sedang menyusun mozaik perjalanan mengelilingi tepian Samudra Pasifik. Amerika, Kanada, Rusia Timur, lalu mungkin Tiongkok, Korea, atau Jepang. Bukan mengejar stempel paspor, melainkan merangkai cerita menjadi satu benang besar.
Yang pasti, pembaca Disway patut bersiap. Biasanya, setelah perjalanan panjang, lahirlah serial yang membuat kita ikut merasa berada di sana. Bedanya, Pak Dahlan membawa koper secukupnya, tetapi pulang dengan muatan cerita yang selalu kelebihan bagasi.
alasroban
Judulnya mengglorifikasi pelaku.
Seakan-akan mereka layak mendapat bintang kehormatan.
Yang lebih tepat "Gajah kelahi sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah”
xiaomi fiveplus
biar tipping point benar-benar terjadi, harusnya makin kita panas-panasi pak biar semua saling bongkar borok lawannya.
borok yang tidak dibuka, tidak bisa diobati. dan cara untuk membukanya ya dengan dipanas-panasi bukan dengan dibuat sadar bahwa ada potensi tipping point seperti ini.
Tiga Pelita Berlian
Apakah akan berakhir dengan : Tali Rafia Tali Sepatu - Sesama Mafia Jangan saling Ganggu" ???
Seklangkong
Hendri Ma'ruf
Maaf pak Dahlan Iskan,
Kita belum tiba di titik "tipping point" yang bapak sebut itu. Saya meyakini situasinya belum cukup matang untuk terjadinya "tipping point" itu. Sebabnya: banyak "benteng" yang bakal mencegah terjadinya tipping point tsb. Terlalu banyak orang di semua lini, di semua bidang, di semua sayap kekuasaan (legislatif, eksekutif, yudikatif) yang berkepentingan. Mereka bakal saling menjaga agar tidak sampai terjadi efek domino pada mereka. Kalau sampai terjadi tipping point itu, maka bola liar lah yang akan terjadi. Mereka tidak tahu siapa yang bakal terbongkar berikutnya. Mencegah itu terjadi, maka mereka akan saling jaga sampai. Cukuplah ada segelintir orang saja yg ditumbalkan. Jangan banyak-banyak. Oh ya satu lagi hal penting. Faktor penting yg kedua. Rakyat yang dirugikan langsung tidak ada. Jadi kecil kemungkinannya peluang dorongan tipping point dari rakyat.
Beny Arifin
Nunggu tipping point masih lama dan kelamaan. Dan juga siapa yang akan mengemban tugas sebagai eksekutor nya ? KPK juga sudah tercemar. Atau dibentuk badan baru ? Siapa yang mengisi ? Diambil dari polisi lagi ? Jaksa lagi ?. Mending dilakukan pemutihan. Ampuni dosa lama korupsi dengan syarat dikembalikan semua yang pernah dikorupsi. Mirip tax amnesti. Tapi setelah itu berlakukan hukum mati buat kasus korupsi yang baru dan korupsi lama yang tidak dilaporkan.
ong budiman
Kita ga separah hongkong rasanya harus diralat.kalau story suster pegang jarum suntik baru kerja setelah diberi uang,terang2an .jelas.clear.di kita mah begitu masuk di satu institusi ,berurusan....u seperti masuk labirin.mumet ga jelas ujungny.setelah melewati itu.kita menjadi sedikit expert,meningkat level.bisa berkarier menjadi makelar bidang terkait.akhirnya ya tadi labirin akan ada generasi baru KKN yang makin pintar dan lihai.ngeri kali.....
Leong Putu
Kisah usang tikus-tikus kantor/
Yang suka berenang di sungai yang kotor/
Kisah usang tikus-tikus berdasi/
Yang suka ingkar janji lalu sembunyi/
Di balik meja teman sekerja/
Di dalam lemari dari baja/
Kucing datang cepat ganti muka/
Segera menjelma bagai tak tercela/
Masa bodo hilang harga diri/
Asal tak terbukti ah
Tentu sikat lagi.
#Iwan Fals
Tikus-tikus kantor
WIRA
Abah, ketika masih idealis, saya meyakini untuk membersihkan lantai harus dengan sapu yang bersih.
Namun, ketika harus realistis, tak peduli kucing hitam atau kucing putih, selama dapat menangkap tikus, itu adalah kucing yang baik. Heu heu heu….
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DARI VLADIVOSTOK, PAK DAHLAN MAU KE MANA?
Kalau saya diminta menebak, pak Dahlan setelah Vladivostok, pilihannya ke mana.
1) Ke Seoul, ibu kota Korea Selatan, jaraknya sekitar 750 kilometer. Secara teori bisa ditempuh dengan kereta melewati Korea Utara, sekitar belasan jam. Sayangnya, jalur itu praktis tertutup karena situasi politik.
Pesawat jauh lebih realistis.
Terbang sekitar dua jam.
2) Kalau ke Tokyo, jaraknya sekitar 1.050 kilometer.
Naik pesawat hanya sekitar dua jam.
Laut Jepang menjadi pemisah, tetapi justru menjadikan Vladivostok salah satu gerbang Rusia yang paling dekat dengan Jepang.
3) Kalau ke Beijing, jaraknya sekitar 1.350 kilometer.
Bisa naik kereta melalui Harbin.
Dan hanya memerlukan sekitar satu hari perjalanan.
Pak Dahlan bisa jadi memilih ini.
Kalau naik pesawat hanya sekitar dua setengah jam.
Tebakan ke Beijing ini paling kuat.
Siapa tahu, sekalian mengantar pulang Bu Janet dan suaminya ke Beijing sebelum melanjutkan petualangan berikutnya.
Namun, mengenal Pak Dahlan, tujuan akhirnya sering kalah menarik dibanding cerita di sepanjang jalan.
Beliau bukan tipe pelancong yang mengejar destinasi.
Beliau mengejar percakapan, pengalaman, dan manusia.
Karena itu, yang paling layak kita tunggu sebenarnya bukan kota apa.
Melainkan tulisan berikutnya tentang apa?
Dugaan saya ya cerita perjalanan dari fasilitas kereta di 2 negara komunis:
1) Rusia.
2) Tiongkok..
Joko Wito
Contoh tipping point terjadi ketika terjadi perundingan yang alot di Hastinapura.Kresna sebagai duta pandawa mengutarakan pesan yang dibawanya.Tentang permintaan maaf Duryudana kepada Drupadi atas pelucutan busananya, tentang permintaan 5 kota yg akan dikelola secara mandiri oleh pandawa.Semua di tolak Duryudana, walau karna,Widura bahkan bapaknya yaitu drestharasta mengusulkan untuk mempertimbangkannya.perundingan semakin memanas, alot dan mengalami kebuntuan. "Biarlah perang terjadi" Suara berat Bisma membuat semua diam.Akhirnya perang baratayuda benar benar terjadi.hancur lebur semuanya.Hingga akhirnya lahir era baru munculah parikesit.Semua terjadi karena tipping point yg di picu eyang Bisma.Contoh lain,wilayah Mataraman yang terkenal dengan kota Tkw,banyak terjadi perobohan rumah.Perselisihan keluarga efek saling berjauhan sering terjadi.Rumah tangga rawan konflik dan perselingkuhan.Yang menyisakan rebutan harta.Terutama TKW yang membangun rumah diatas tanah mertua.Rumah akhirnya dirobohkan. Banyak yang menyesalkan,banyak yang ngeman dan menyesakkan dada.Solusi bisa terselesaikan walaupun dibayar mahal. . .luar biasa kesakitan tipping point .Senjata pamungkas mengatasi masalah.
Jo Neka
Sejak dulu bli.Cuma sekarang jumlahnya sangat banyak..