Next Step Buka Jalan UMKM Ekspor dan Studi ke Tiongkok bagi Anak Muda RI

Minggu 12-07-2026,08:55 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Peluang pasar Tiongkok yang mencapai lebih dari 1,4 miliar penduduk dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia.

Kendala birokrasi, bahasa, hingga minimnya informasi menjadi penghambat utama bagi pelaku usaha untuk menembus pasar ekspor.

Melihat kondisi tersebut, alumnus Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Assed Lussak, mendirikan perusahaan konsultan Next Step sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar Tiongkok.

Perusahaan ini tidak hanya membantu proses impor, tetapi juga mendampingi UMKM yang ingin memperluas pasar ekspor.

BACA JUGA:Cara Pakai AI GrabMerchant, Bantu UMKM Kelola Bisnis Lebih Efisien

“Saya melihat potensi besar yang belum tergarap karena banyak pelaku usaha masih ragu melangkah ke pasar internasional. Padahal peluangnya sangat besar,” ujar Assed, di Jakarta, Kamis, 9  Juli 2026.

Melalui Next Step, UMKM mendapatkan pendampingan mulai dari analisis potensi produk, pemetaan pasar, business matching, hingga pendampingan penyusunan dokumen kerja sama seperti Letter of Intent (LOI) dan Letter of Agreement (LOA). 

Lalu produk yang didorong masuk ke pasar Tiongkok meliputi komoditas unggulan, furnitur, hingga produk industri kreatif," katanya.

Hingga kini, lebih dari 10 pelaku usaha skala menengah telah difasilitasi dengan nilai transaksi masing-masing mencapai lebih dari Rp1 miliar per bulan.

Untuk memperkuat jaringan bisnis, Next Step juga telah membuka kantor perwakilan resmi di Shanghai.

Tak hanya fokus pada perdagangan, Next Step juga mengembangkan layanan konsultasi pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Tiongkok.

BACA JUGA:OJK Resmi Optimalkan SLIK, Perluas Akses Kredit untuk UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Layanan ini mencakup konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran ke berbagai perguruan tinggi ternama seperti Beijing Institute of Technology, Tianjin University, dan Beijing Language and Cultural University.

Bagi Assed, pendidikan dan perdagangan merupakan dua sektor yang saling melengkapi dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Pengalaman sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation saat kuliah di UGM menjadi titik awal yang membentuk kepeduliannya terhadap akses pendidikan.

Kategori :