Penerima Bansos PKD DKI Capai 215 Ribu Orang, Validasi Data Terus Diperkuat

Rabu 15-07-2026,12:06 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Tri Broto

BACA JUGA:Nasib JPO Tendean Usai Ditabrak Truk Crane, Dinas Bina Marga Putuskan Bongkar Total

“Setiap bulan sekitar tanggal 25 dapat bantuan. Uangnya saya pakai buat bayar listrik. Kalau untuk makan sehari-hari, saya masih bekerja keliling mengambil sampah warga,” ucapnya.

Di usia senja, Subur tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Kedua anaknya telah berkeluarga dan hidup mandiri.

Meski bersyukur atas bantuan yang diterima, ia berharap nilai bantuan dapat ditingkatkan agar lebih membantu memenuhi kebutuhan harian.

“Kalau bisa ditambah, lumayan buat kebutuhan makan sehari-hari,” harapnnya.

Cerita serupa disampaikan Lina (34), orang tua penerima Kartu Anak Jakarta.

BACA JUGA:Kronologi Truk Crane Tabrak JPO di Tendean hingga Nyaris Ambruk

Menurutnya, bantuan yang diterima selama tiga tahun terakhir sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya yang masih duduk di taman kanak-kanak.

Lina berharap dukungan tersebut dapat berlanjut ketika anaknya memasuki jenjang sekolah dasar melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

“Harapannya nanti pas masuk SD bisa lanjut dapat KJP,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Sutikno, menilai akurasi data menjadi faktor krusial dalam penyaluran bantuan sosial.

Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA:JPO Tendean Rusak Dihantam Truk, Dishub Terapkan Rekayasa Lalin Selama Pembongkaran

“Anggaran harus tepat sasaran, termasuk bantuan sosial yang diberikan pemerintah,” kata Sutikno.

Ia mengingatkan agar tidak ada penerima yang sebenarnya sudah tidak tinggal di Jakarta, tetapi masih memperoleh bantuan karena status administrasi kependudukan belum berubah.

Kategori :