JAKARTA, DISWAY.ID – Berinvestasi kini semakin mudah dilakukan berkat perkembangan teknologi dan beragam pilihan instrumen yang tersedia.
Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat tetap perlu berhati-hati agar tidak salah mengambil keputusan, terutama bagi investor pemula yang masih minim pengalaman.
Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati bersama Amartha membagikan lima tips aman berinvestasi yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat.
BACA JUGA:BSI Perkuat Ekosistem Halal Global di HEI 2026 Melalui Solusi Finansial Terintegrasi
Salah satu hal paling mendasar yang kerap diabaikan investor pemula adalah memastikan kondisi keuangan pribadi sudah sehat sebelum mulai menanamkan modal.
“Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, masyarakat perlu semakin cermat memilih produk investasi. Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil,khususnya pembiayaan produktif UMKM perempuan di perdesaan. Investor bukan hanya memperoleh potensi imbal hasil, melainkan juga investasi yang disalurkan dapat memberi dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif,” jelas Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha.
BACA JUGA:Mengenal Fitur Inspirasi Kantong, Cara Membagi Uang agar Target Finansial Lebih Mudah Tercapai
Tips Berinvestasi dengan Bijak
1. Pastikan keuangan dasar sudah aman
Sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memahami kondisi keuangan pribadi.
Menurut Lolita, investasi sebaiknya dilakukan ketika kebutuhan dasar sudah tertata, termasuk memiliki cash flow yang sehat, cicilan terkendali, serta memastikan tersedianya anggaran darurat.
“Anggaran darurat tetap perlu diprioritaskan. Idealnya anggaran tersebut mencapai enam kali pengeluaran bulanan. Namun, jika belum memungkinkan, setidaknya mulai dari dua hingga tiga kali pengeluaran bulanan,” jelas Lolita.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan anggaran darurat atau anggaran pinjaman untuk berinvestasi. Investasi sebaiknya menggunakan “uang dingin”, yaitu anggaran yang memang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok dalam waktu dekat.
2. Kenali tujuan dan profil risiko
Setiap individu memiliki tujuan investasi yang berbeda, mulai dari pendidikan, pensiun, membeli rumah, hingga menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi. Karena itu, investor perlu memahami tujuan, risiko, serta cara kerja produk investasi sebelum mengambil keputusan.
“Ketika mau memulai berinvestasi, yang paling penting sebenarnya kenali diri sendiri dulu. Tujuan investasinya untuk apa, seberapa besar toleransi terhadap risiko, dan apa yang akan dilakukan jika hasilnya tidak sesuai harapan,” kata Lolita.