Diplomasi Sawit Indonesia Perlu Lebih Proaktif untuk Hadapi Hambatan Perdagangan Global

Senin 20-07-2026,22:33 WIB
Reporter : Syifa Lulu
Editor : Syifa Lulu

Ia menyoroti sejumlah kebijakan keberlanjutan yang dinilai belum diterapkan secara setara terhadap seluruh komoditas minyak nabati.

Sebagai contoh, menurutnya, minyak sawit diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan keberlanjutan dan bebas deforestasi untuk memasuki pasar Eropa. Sementara itu, komoditas lain seperti minyak kedelai belum mendapatkan perlakuan serupa meski berasal dari negara yang juga menghadapi isu deforestasi.

Meski demikian, Puspo menekankan bahwa penguatan diplomasi internasional harus dibarengi dengan pembenahan industri sawit di dalam negeri.

Perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas produksi, serta penerapan prinsip keberlanjutan dari aspek lingkungan maupun sosial dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

"Kita perlu terus membenahi proses produksi di dalam negeri agar menghasilkan produk yang berkualitas, meningkatkan daya saing, dan memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap sawit Indonesia," pungkasnya.

Kategori :