Pemerintah Rombak Mekanisme Program MBG, Pengawasan Bahan Pangan Diperketat

Selasa 21-07-2026,12:54 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah berkomitmen terus membenahi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Evaluasi menyeluruh dilakukan demi memastikan kualitas layanan semakin baik, sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto ini.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan tahun ajaran baru menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menyelenggarakan MBG yang lebih aman, bersih, dan sehat. Ia menyebut berbagai persoalan yang sempat muncul pada awal pelaksanaan program menjadi bahan evaluasi.

BACA JUGA:Pastikan Penutupan SPPG Sementara, BGN Evaluasi 27 Ribu Mitra MBG

"Di tahun ajaran baru ini kami serius berbenah. Ketidaksempurnaan pelaksanaan sebelumnya terus kami perbaiki. Setiap masukan, kritik, bahkan air mata yang sempat jatuh, tidak kami abaikan begitu saja. Segala hal yang terjadi di lapangan kami jadikan cermin besar untuk berbenah diri," kata Qodari dalam keterangan pers, Senin (20/7).

Qodari menuturkan evaluasi ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan setiap anak dapat menikmati makanan bergizi dengan kualitas yang terjamin.

Pemerintah pun memperkuat seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan kepada peserta didik.

"Kami ingin memastikan bahwa ke depan, setiap piring makanan yang tersaji di meja belajar anak-anak kita adalah makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman, bersih, sehat, dan penuh dengan kasih sayang," ujarnya.

BACA JUGA:Di Sekolah Khusus, Kepala PPATK Beberkan Hal Penting yang Tak Boleh Diabaikan dalam Program MBG

Ia menjelaskan, pemerintah telah merombak mekanisme kerja di lapangan dengan memperketat pengawasan terhadap kualitas bahan pangan, kebersihan proses pengolahan, serta memastikan seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Pemerintah, kata Qodari, ingin membangun kembali kepercayaan orang tua melalui perbaikan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh para siswa setiap hari, bukan sekadar melalui komitmen di atas kertas.

"Kami ingin membangun kembali kepercayaan Ayah dan Ibu di rumah, bukan sekadar lewat janji-janji manis, melainkan lewat perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak kita setiap hari," ucapnya.

Qodari menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan di sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik akan mendukung kemampuan fokus belajar, kreativitas, serta pertumbuhan fisik yang kuat.

BACA JUGA:Sukseskan Program MBG, Presiden Instruksikan Seluruh Kementerian dan Lembaga Dukung BGN

"Kita sedang menanam benih-benih unggul. Dengan gizi yang cukup, anak-anak kita akan memiliki fokus yang tajam untuk belajar, energi yang cukup untuk berkreasi, dan tubuh yang kuat untuk tumbuh menjadi generasi pemenang yang siap bersaing dengan bangsa lain di dunia," tutupnya.

Kategori :