BMKG Ramal Kemarau Berlanjut, bTaskee Kebanjiran Pesanan Servis AC

Selasa 21-07-2026,19:49 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung pada periode Juli hingga September 2026. 

Merespons lonjakan suhu udara yang ekstrem, masyarakat urban terpantau mulai bersiap menjaga kenyamanan hunian. 

BACA JUGA:Heboh Isu Babinsa Ikut Urus Pajak, Dirjen Pajak: Jangan Digoreng, Itu Aturan Lama

Tren ini tercermin dari data internal bTaskee Indonesia yang mencatat lonjakan pemesanan layanan perawatan AC sebesar 68% pada kuartal kedua (Q2) dibandingkan kuartal pertama (Q1) 2026.

Menariknya, data perilaku konsumen bTaskee menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan perawatan AC mayoritas terjadi pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu), dengan waktu pemesanan terpadat di jam produktif, yakni antara pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. 

Memasuki kuartal ketiga (Q3) 2026, permintaan diproyeksikan akan tetap tinggi seiring bertahannya suhu panas hingga September mendatang.

BACA JUGA:Herdman Pasang Target Tinggi, Pelatih ke-11 Timnas Indonesia Bidik Juara di Piala AFF 2026 Tanpa Luke Vickery

Nanda Bhaswara, Business Operations Manager bTaskee Indonesia, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat untuk merawat AC secara berkala umumnya baru muncul setelah unit mulai mengalami penurunan performa atau tidak dingin lagi.

"Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, banyak pelanggan baru memanggil teknisi ketika AC sudah tidak berfungsi optimal. Padahal di musim kemarau ekstrem, beban kerja kompresor AC meningkat drastis. 

“Idealnya, AC Cleaning dilakukan rutin setiap 3 hingga 4 bulan sekali tergantung intensitas penggunaan, untuk mencegah penumpukan debu yang memicu pemborosan listrik dan gangguan kesehatan ruangan," ujar Nanda.

BACA JUGA:STB dan TransNusa Hadirkan Tarif Spesial serta Promo Fly-Cruise untuk Wisatawan Indonesia

Selain perawatan rutin, bTaskee membagikan langkah sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri, yaitu dengan konsisten mengatur suhu AC di kisaran ideal 24 hingga 26 derajat Celsius. 

Formula ini terbukti efektif menjaga kenyamanan suhu ruangan sekaligus mencegah lonjakan tagihan listrik akibat kerja kompresor yang terlalu berat.

Lebih lanjut, Nanda mengingatkan bahwa tidak semua masalah AC dingin bisa diselesaikan hanya dengan cuci AC standar. 

"Jika setelah dicuci AC tetap terasa panas, masyarakat disarankan segera mengambil tindakan AC Service untuk investigasi lebih dalam. Penurunan performa bisa dipicu oleh kebocoran freon (refrigerant), kerusakan komponen, usia unit, hingga kesalahan pada instalasi awal. Pemeriksaan yang tepat dari teknisi tersertifikasi sangat krusial agar penanganan tidak salah sasaran," tambahnya.

Kategori :