Wamenko Polkam: Politik Adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Ajang Memperkaya Diri

Minggu 26-07-2026,09:59 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F. Paulus menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi bernegara.

Ia menegaskan bahwa politik sejatinya merupakan bentuk ibadah pengabdian kepada bangsa dan negara, alih-alih dijadikan sarana untuk memperkaya diri sendiri.

Pernyataan tersebut diungkapkan Lodewijk saat hadir sebagai narasumber dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (25/7).

BACA JUGA:Diumbar Alasannya, Persija Pinjamkan Kiper Cyrus Margono ke Klub Super League Lain

Menurutnya, politik yang bermoral, berkeadilan, dan memberdayakan umat adalah syarat mutlak untuk menciptakan demokrasi substantif demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

"Politik adalah ibadah pengabdian, bukan jalan menuju kekayaan. Kepentingan bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan umat," ujar Lodewijk.

Soroti Tantangan Demokrasi dan Kompleksitas Geopolitik

Di hadapan para peserta kongres, Lodewijk turut memaparkan bahwa dinamika geopolitik global saat ini menghadirkan tantangan berlapis bagi Indonesia.

BACA JUGA:Shin Tae-yong Ungkit Nasib Eks Timnas Korsel dan Jepang Jelang Duel Persija Vs Persebaya

Kondisi ini tidak hanya berimbas pada sektor politik dan keamanan, melainkan juga mengguncang ketahanan ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan negara.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran sistem politik yang kuat serta tata kelola pemerintahan yang handal guna menjaga stabilitas nasional dan mempercepat pembangunan.

Kendati demikian, Lodewijk tidak menutup mata terhadap berbagai penyakit demokrasi yang masih kerap menghantui Indonesia saat ini, di antaranya:

  •  Praktik politik transaksional berbiaya tinggi (high-cost politics)
  •  Maraknya kampanye negatif dan kampanye hitam
  •  Menguatnya cengkeraman oligarki serta politik dinasti
  • Rendahnya literasi dan moral politik di masyarakat
  • Praktik demokrasi yang masih sebatas bersifat prosedural

"Politik harus menjadi alat untuk mewujudkan kepentingan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

BACA JUGA:Speedboat Muat WNA Tenggelam di Teluk Tomini, Nakhoda Masih Hilang

Peran Strategis Ulama dan Ormas Islam

Kategori :