Prabowo Resmikan Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah

Jumat 31-07-2026,11:12 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Dalam pelaksanaan akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62.000 peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP secara nasional.

BACA JUGA:Transformasi Digital BRI Dongkrak Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS, Perkuat Ekosistem Keuangan Danantara

Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, yang terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.

Dukungan BRI terhadap Program 3 Juta Rumah juga tercermin dari penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).

Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.

Adapun pada periode Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau 91,18% dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Peran BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

BACA JUGA:74 Kg Emas Berapa Rupiah? Segini Estimasi Aset Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Sentul Bogor

Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.

Acara Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP, KPP, serta penyaluran KUR tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, jajaran kementerian/lembaga, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, pemerintah daerah, BP Tapera, bank penyalur FLPP, dan para pengembang perumahan.

Kategori :