JAKARTA, DISWAY.ID-- Universitas Nasional (UNAS) memperkuat kapasitas riset dan inovasi dengan mengukuhkan tiga Guru Besar baru. Tambahan tiga profesor tersebut membuat jumlah Guru Besar UNAS kini mencapai 35 orang dari berbagai bidang keilmuan.
Pengukuhan berlangsung melalui Sidang Terbuka Senat di Auditorium Universitas Nasional. Tiga akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. sebagai Guru Besar bidang Sosiologi Ekonomi dan Gender, Prof. Dr. Agung Triayudi, S.Kom., M.Kom. dalam bidang Machine Learning, serta Prof. Dr. Septi Andryana, S.Kom., M.M.S.I. sebagai Guru Besar bidang Decision Support and Analytics.
Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., mengatakan bertambahnya Guru Besar bukan sekadar capaian akademik, tetapi menjadi modal untuk memperkuat penelitian, kolaborasi lintas disiplin, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Pengukuhan tiga Guru Besar merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar El Amry, di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, jabatan Guru Besar juga membawa tanggung jawab yang lebih besar. Para profesor dituntut menjadi pemimpin keilmuan, menghasilkan riset berkualitas dan berdampak, membimbing generasi akademisi berikutnya, serta memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
BACA JUGA:Untungnya Mitsubishi New XForce HEV Untuk Mobilitas Keluarga, Beri Ketenangan Dalam dan Luar Kota
El Amry menilai keberagaman 35 Guru Besar UNAS menjadi kekuatan strategis dalam membangun budaya akademik dan memperluas kolaborasi penelitian.
Kepakaran di berbagai bidang diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, industri, dan pemerintah.
Penguatan tersebut mendapat apresiasi dari LLDIKTI Wilayah III. Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III Tri Munanto, S.E., M.Ak., menilai pengukuhan tiga Guru Besar sekaligus menunjukkan komitmen UNAS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola perguruan tinggi.
Menurut Tri, tiga kepakaran yang dihadirkan UNAS memiliki relevansi kuat dengan tantangan pembangunan.
BACA JUGA:Warga Pandeglang Pangku Jenazah Naik Motor, Alhmarhum Dibawa oleh Paman
Sosiologi Ekonomi dan Gender memperkuat perspektif sosial dan humanis, Machine Learning mendorong pengembangan teknologi kecerdasan artifisial, sedangkan Decision Support and Analytics memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
“Kombinasi tiga kepakaran ilmu ini sangat sejalan dengan arah kebijakan kementerian saat ini, yaitu mewujudkan Diktisaintek Berdampak,” katanya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Erna mengangkat persoalan perubahan struktur ekonomi nasional melalui kajian underground economy di era platform digital dan deindustrialisasi sektor tekstil-garmen Indonesia.