Soroti Program MBG dan Kopdes, Komeng: Bagus, Cuma yang Kerjanya Aja Pada Kagak Benar

Jumat 14-08-2026,15:29 WIB
Reporter : Fajar Ilman
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Alfiansyah Bustami alias Komeng menilai, sejatinya program pemerintah seperti, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada dasarnya memiliki tujuan yang baik.

Namun, Komeng mengkritik eksekusi dan kinerja para pelaksana di lapangan yang menurutnya tidak profesional.

"Sebenernya semua program Presiden itu bagus cuma yang kerjanya aja pada kagak bener," katanya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

BACA JUGA:Prabowo Sebut Korupsi Dana MBG Orang Biadab: 'Tak Pantas Kita Hormati'

Komeng yang dikenal lewat celotehan jenaka namun kritis berharap program pemerintah yang sedang berjalan segera diperbaiki.

Bahkan, ia sempat berkelakar jika semua program pemrintah bagus termasuk dirinya.

"Makanya mudah-mudahan yang sekarang, pak Dar ya? Mudah-mudahan bagus. Karena memang MBG bagus. Kopdes juga bagus, apalagi Komeng," ujarnya sambil berkelakar.

Ia juga menyampaikan dukunganya terhadap kinerja pemerintah dalam ketahanan pangan. Menurutnya, yang biasanya Indonesia impor kebutuhan pangan, saat ini pangan dalam negeri tercukupi.

BACA JUGA:Di Sidang Tahunan MPR 2026, Muzani Soroti Tantangan Gizi, Sebut MBG Sebagai Trobosan

Pangan naik, biasanya kita import dari Kamboja, thailand. Untung kita punya stok pangan," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebutkan masalah pemenuhan gizi dan pendidikan masyarakat kurang mampu masih menjadi tantangan mendasar. 

Hal ini disampaikan Ketua dalam Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI/DPD-RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menjelang, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Muzani menyoroti realitas sosial yang masih dihadapi sebagian masyarakat.

BACA JUGA:Di Sidang Tahunan MPR RI, Ahmad Muzani Tegaskan Program MBG Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

"Masih ada anak-anak kita yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan," ungkap Muzani.

Kategori :