Gus Yusuf ingin mengajak semua kekuatan di NU kembali bersatu, solid dan penuh guyub rukun berkhidmat di NU untuk mewujudkan warga NU yang sejahtera,sehat dan bahagia dengan semangat ukhuwah an-nahdliyyah. Setelah harmoni terbentuk, agenda pemberdayaan masyarakat, transformasi pesantren, kesehatan, dakwah, pendidikan dan pembangunan SDM insyaallah akan dapat dijalankan dengan lebih mudah dan yang lebih jelas arahnya.
Konsentrasi beliau dalam penguatan sekolah Ma'arif, LPTNU dan UNU juga menjadi bagian dari agenda tersebut strategis Gus Yusuf jika diberi amanah memimpin PBNU. Sebab beliau berfikir dengan lembaga pendidikan yang baik dan berkualitas akan melahirkan SDM yang baik dan berkualitas sehingga bisa bersaing di kancah global atau internasional.
PCNU yang belum memiliki kantor, insyaAllah akan dibantu untuk bisa memiliki kantor. Sementara PCNU yang sudah memiliki kantor, diharapkan dapat dikembangkan menjadi pusat pelayanan masyarakat, termasuk melalui pendirian klinik kesehatan di setiap PCNU. Itulah harapan dan mimpi beliau saat diberikan amanah menjadi ketua umum PBNU.
Pada akhirnya, seluruh pengalaman Gus Yusuf baik di dunia politik, pesantren, pendidikan, ekonomi dan sosial, budaya, pemberdayaan insyaallah akan memberikan bekal untuk menghadapi tantangan NU di abad kedua.
Pengalaman lobi politik dan resolusi konflik yang dimilikinya juga dapat menjadi modal dalam membangun komunikasi politik dalam menyatukan perbedaan, dan memperkuat persatuan dan keutuhan organisasi.
Bagi Gus Yusuf, khidmah kepada NU bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang bagaimana pengalaman dan kemampuan yang dimiliki setiap kader NU bisa diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi warga NU dan masyarakat luas serta bangsa dan negara.
*) Penulis Adalah Muhammad Nur Hayid, Pengasuh Pesantren Skill Nurul Hayat