Keempat, BNPB mengoperasikan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mengonsolidasikan bantuan dari kementerian/lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat.
Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui jalur udara menuju Labuan Bajo dan Maumere.
BACA JUGA:Update Korban Gempa M7,7 di NTT: BNPB Catat 47 Orang Meninggal Dunia
“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere,” jelas Kepala BNPB.
Kelima, Suharyanto menginstruksikan percepatan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di seluruh wilayah terdampak. Operasi tersebut dipimpin Basarnas dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak atau hilang.
“Kami mohon Kepala Basarnas sesuai undang-undang memimpin langsung proses pencarian pertolongan. Mohon unsur TNI-Polri dan relawan bergabung di bawah kepemimpinan Kabasarnas,” kata dia.
Keenam, pemerintah mempercepat pemulihan layanan dasar, seperti listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi, yang ditargetkan dapat kembali berfungsi secara terbatas dalam waktu tujuh hari.
Pendataan Kerusakan Rumah Warga
Pada saat yang sama, pendataan kerusakan rumah warga diminta dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat berakhir.
Langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat penetapan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) maupun perbaikan rumah.
BACA JUGA:Pemprov DKI Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Pramono: Sedang Berkoordinasi
“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut,” ujar dia.
Ketujuh, BNPB mengoordinasikan pengerahan alat utama sistem senjata (alutsista) lintas lembaga untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Dari TNI ada 4 helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB 2 pesawat sayap lebar dan 1 helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik,” ungkap dia.
Armada udara dan laut tersebut difokuskan untuk mengangkut berbagai kebutuhan warga, antara lain bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.
BACA JUGA:Relawan Dompet Dhuafa Tempuh Jalur Darat, Laut dan Udara untuk Respon Cepat Gempa NTT