Gempa M6,1 Guncang Nias Selatan Hari Ini, Benarkah Berkaitan dengan Cincin Api Pasifik?

Selasa 18-08-2026,14:39 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

Melansir dari Indian Express, USGS menekankan meski sekitar 81 persen gempa bumi besar di dunia terjadi di kawasan Cincin Api Pasifik, tetapi gempa bumi yang terjadi di lokasi yang berjauhan ini, seperti di Indonesia, Kolombia dan Venezuela tidak saling memicu secara langsung.

Tercatat ada sekitar 8 peristiwa gempa bumi berkekuatan M 7 atau lebih sepanjang zona tektonik Pasifik hingga awal Agustus 2026 (termasuk Tonga, Vanuatu, Indonesia, Jepang, Filipina, Meksiko, dan Kolombia).

Angka tersebut sedikit di atas rata-rata tahunan (sekitar 11 gempa M 7 per tahun), akan tetapi masih dalam  batasan fluktuasi statistik yang normal.

Di sisi lain, Cincin Api Pasifik sendiri bukanlah satu patahan tunggal yang aktif secara bersamaan, melainkan serangkaian batas tektonik terpisah yang terdiri dari zona subduksi, sesar geser (transform seperti Sesar San Andrea) dan batas divergensi.

Lantas, apa sebenarnya Cincin Api Pasifik itu? Simak penjelasannya.

BACA JUGA:Ada 1.598 Gempa Susulan di NTT: Magnitudo Terbesar Capai 6,2, BMKG Terus Pantau Situasi

Apa Itu Cincin Api Pasifik?

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire itu adalah zona berbentuk tapal kuda yang membentang sekitar 40.000 kilometer di sepanjang cekungan Samudra Pasifik.

Wijayanto menambahkan, jalur tersebut merupakan titik pertemuan berbagai lempeng tektonik dunia yang terus bergerak dan saling bertabrakan (zona subduksi).

Mengutip dari USGS (United States Geological Survey), sebagian besar gempa bumi dan letusan gunung berapi tidak terjadi secara acak, melainkan di wilayah-wilayah tertentu, seperti di sepanjang batas lempeng tektonik.

Ring of Fire juga merupakan zona paling aktif secara seismik dan vulkanik di dunia.

Wilayah yang Dilewati Cincin Api

Jalur Cincin Api Pasifik sebenarnya tidak membentuk cincin yang sempurna.

Wijayanto menjelaskan, jalur tersebut membentang dari belahan bumi selatan hingga utara, melewati berbagai negara dan benua.

Berikut benua dan negara yang dilalui oleh Ring of Fire:

  • Benua Amerika: Membentang dari pesisir barat Amerika Selatan (seperti Chile dan Peru), naik ke Amerika Tengah, hingga pesisir barat Amerika Serikat dan Kanada.
  • Lingkar Utara: Memasuki wilayah Semenanjung Alaska dan Kepulauan Aleut.
  • Asia dan Oseania: Turun melewati pesisir timur Rusia, Jepang, Filipina, Indonesia, Papua Nugini, hingga berakhir di Selandia Baru.

"Karena Indonesia berada tepat di jalur ini (pertemuan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik), negara kita memiliki banyak gunung api aktif dan sangat rawan terhadap gempa tektonik maupun vulkanik," kata Wijayanto.

Kategori :